BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di kawasan Lawang tepatnya di Desa Srigading Lawang terdapat sebuah Candi Gumuk, sayang penampakan Candi tersebut sudah tidak seperti candi melainkan serakan batu yang sudah tidak berbentuk selayaknya.

Sementara itu dari keterangan yang dilansir dari ekspedisi yang dilakukan oleh Malang Post diperkirakan jika Srigading itu dulunya adalah Desa Kuno yang bernama Linggasutan, hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti Linggasutan yang bertahun 851 saka atau 929 Masehi.

Isi dari prasasti itu menceritakan tentang penepatan desa di wilayah Rakryan Hujung Mpu Madhura Lokaranjana sebagai sebagai sima swatantra. Maka Linggasutan harus menambah pajak 3 emas dan kerjabakti selama dua masa untuk pemujaan bhatara di Walandit.

Penemuan ini awalnya dilaporkan oleh Budiono, salah seorang anggota TNI yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, dirinya mengaku bermimpi didatangi pasukan kerajaan untuk menjaga sebuah Candi yang berlokasi di kebun tebu. Saat diperiksa, di sana ditemukan banyak sekali berkas-berkas Candi itu, salah satunya adalah Yoni yang terbuat dari batu andesit.

Yoni ini memiliki tinggi sekitar 70 cm dengan lebar 50 cm. Tidak seperti penemuan lain, Yoni di Candi Gumuk sudah kehilangan Lingganya. Diperkirakan jika utuh Candi ini mempunyai luas 8×8 meter persegi atau sebesar Candi Badut.

Kemungkinan lain, posisi yoni ini berada di ketinggian 3 cadence dari tanah. Jika digali sekelilingnya, akan terlihat longlegs candinya. Sedangkan candi ini dipergunakan untuk pendarmaan. Hal ini dikuatkan lagi dengan beberapa prasasti yang ditemukan di sekitar Desa Baturetno, Kecamatan Singosari.

Dari penelitian yang dilakukan diperkirakan jika prasasti Himad Walandi atau prasasti Gajahmada menceritakan tentang sengketa dua desa yaitu Himad dan Walandit. Dimana saat itu ada tapal desa Walandit yang bergeser dari semula.

Candi itu berada di lahan tebu Riamun warga RT 2 RW 4 Srigading. Candi itu, dulunya memiliki dua arca, yang diperkirakan adalah Durga dan Siwa. Selama ini memang belum tercatat di R.O.C. atau Rapporten van de Commissie in Nederlandsch-Indiƫ voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera.

Selama ini memang tidak ada warga yang berani naik ke gundukan tanah itu, karena diyakini angker. Sementara banyak warga luar desa yang datang ke gundukan tanah itu, untuk mencari wangsit. Setelah dipastikan jika gundukan itu adalah candi, pihaknya bersama warga akan menjaganya. Jangan sampai benda purbakala itu dirusak oleh tangan-tangan jahil, sambil menunggu tindakan pemerintah.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.