BERBAGI
Menjelajah Kampung Arab di Malang (C) JELAJAH MALANG
Menjelajah Kampung Arab di Malang (C) JELAJAH MALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kita mungkin lebih sering mengenal Embong Arab ketimbang Kampung Arab. Sejatinya, Embong Arab sendiri merupakan bagian dari Kampung Arab tersebut.

Sebagaimana namanya, Kampung Arab ini merupakan kampung yang didominasi oleh kaum Arab dan keturunannya. Sementara itu, Embong Arab yang merupakan nama lama dari Jalan Syarif Alqodri, merupakan pusat dari Kampung Arab. Meski demikian, bukan berarti di wilayah ini tak ada warga pribumi atau etnis Jawa yang memang mendominasi Kota Malang.

Perjalanan menjelajah Kampung Arab ini kita mulai dari Jalan Kapten Piere Tendean. Jalan yang berdekatan dengan kawasan Jagalan ini bisa dibilang sebagai gerbangnya Kampung Arab. Rumah Makan Cairo menjadi salah satu ikon andalan kawasan ini. Jika mencari kuliner khas Timur Tengah, Anda tidak salah berkunjung ke rumah makan ini.

Tak jauh dari Cairo, Anda bisa menemukan toko penjual kurma. Toko ini biasanya ramai ketika bulan Ramadhan tiba, karena menjadi jujukan bagi warga Malang maupun luar kota yang mencari takjil. Rumah-rumah di gang-gang sempit di jalan ini pun didominasi oleh warga keturunan Arab.

Dari Jalan Piere Tendean, berjalan lurus, setelah pertigaan, Anda akan menemui Jalan Yulius Usman. Seperti di jalan sebelumnya, gang-gang di daerah ini juga sebagian ditinggali orang keturunan Arab. Jalan ini terkenal dengan sebutan ‘Sawahan’.

Berikutnya, di pertigaan sebelum Jalan Yulius Usman tadi, jika Anda belok ke kanan dari arah Jalan Piere Tendean, Anda akan menemukan Jalan Syarif Alqodri yang biasa disebut Embong Arab.

Di jalan inilah bisa dibilang sebagai pusatnya Kampung Arab. Sebab, suasana Timur Tengah sangat kental di sini. Anda bisa menemukan toko perlengkapan ibadah, oleh-oleh untuk haji, masakan Arab, penjual parfum, dan lain-lain. Yang paling tenar di jalan ini tentu Toko Kain Citra, yang disebut-sebut sebagai salah satu toko kain tertua di Kota Malang.

Di jalan ini juga ada sekolah islam bernama MI Attaraqqie yang memiliki keunikan dalam penentuan libur sekolah. Jika umumnya sekolah libur setiap hari Minggu, maka di sekolah ini liburnya dipilih di hari Jumat, sementara Minggu tetap ada jam sekolah. Selain itu, di Embong Arab terdapat Masjid Al Huda yang diklaim merupakan masjid peninggalan lama yang masih aktif hingga sekarang, selain Masjid Jami’ Kota Malang di barat Alun-alun.

Bergeser ke arah timur, ada Jalan Ade Irma Suryani yang berada di sisi kanan dan kiri Embong Arab. Wilayah ini lebih terkenal dengan sebutan ‘Tongan’. Terdapat mebel, toko perlengkapan haji, dan toko lain yang identik dan sejenis dengan yang ada di Embong Arab.

Sebenarnya, daerah sekitarnya, yakni arah Bareng dan Kauman juga ditinggali oleh beberapa etnis Arab, namun jumlahnya tak sebanyak di area yang sudah disebutkan di atas.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.