BERBAGI
ENCHIS dan anggota tim penciptanya
ENCHIS dan anggota tim penciptanya | Foto Radar Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Teknologi sejatinya memang diciptakan untuk memudahkan kegiatan manusia. Dari hal yang paling sederhana sampai yang sulit dijangkau oleh indra manusia. Dengan semakin berkembangnya zaman dan semakin beragamnya tuntutan yang harus dipenuhi, maka banyak orang kini berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi yang efektif dan efisien.

Kini banyak lembaga-lembaga yang memancing ide-ide dari para pelajar tanah air dengan suatu perlombaan. Terbukti, banyak dari ajang tersebut tercipta inovasi-inovasi teknologi yang kini sudah digunakan masyarakat luas.

Salah satu perlombaan yang ada yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Yang mana menjadi primadona mahasiswa-mahasiwa di Indonesia. Sebab, menurut mereka, dana yang digelontorkan cukup fantastis untuk sebuah riset.

Salah satu produk yang berawal dari perlombaan PKM yaitu ENCHIS (Enricher Portable Applications), tepatnya dilombakan dalam bidang teknologi. ENCHIS merupakan alat aplikator pupuk berbasis gravitasi yang portable dan multifungsi. Alat ini ditujukan untuk para petani yang akan memupuk tanamannya.

ENCHIS
ENCHIS | Foto website tp.ub.ac.id

Awal mulanya, lima mahasiswa Universitas Brawijaya yaitu Intan Avionita (TEP 2013), Adi Mas Sulthon (TEP 2011), Sri Mursidah (TIP 2013), Sujatmiko (TEP 2011), dan Zunanik Mufidah (TEP 2011) menemukan kesulitan yang dialami suatu kelompok tani dalam menjaga hasil panennya. Kelompok tani tersebut adalah kelompok tani Pangestu di Desa Pandanrejo, kota Batu. Normalnya, mereka dapat memanen hingga 3,2 ton per hektar tetapi saat musim penghujan tiba, hasil panen menurun menjadi 1,2 ton per hektar. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan pasar. Yang mana diketahui kelompok tani ini merupakan salah satu pemasok jagung manis bermutu tinggi.

Setelah dianalisis, tim yang berada dibawah bimbingan Mochamad Bagus Hermanto, STP, M.Sc ini menemukan bahwa masalah tersebut timbul akibat metode pemupukan yang digunakan kurang tepat. Dimana, alat yang mereka gunakan belum bisa diaplikasikan secara maksimal. Sebab, hand sprayer yang sering digunakan dan mudah diaplikasikan tersebut hanya bisa memuat pupuk cair. Sedangkan untuk pupuk granul masih tetap harus dilakukan secara tradisional dengan tenaga manusia. Yaitu dengan menebarkannya di sekitar akar tanaman satu per satu.

Keinginan manusia untuk mencari cara yang lebih mudah memang tak dapat dipungkiri. Namun, hal ini juga dapat memberi dampak buruk kedepannya. Sama halnya dengan kasus ini. Meski hand sprayer mudah digunakan, tetapi pupuk cair yang dapat dimuatnya hanya cocok diberikan saat musim kemarau dengan kelembaban tanah yang relatif rendah. Di sisi lain, petani juga tak ingin memaksakan memakai pupuk granul yang nantinya akan membutuhkan biaya besar untuk menyewa buruh tani.

ENCHIS di ladang tempat pengaplikasian
ENCHIS di ladang tempat pengaplikasian | Foto website tp.ub.ac.id

Di tangan lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya tersebut, terciptalah alat penyemprot pupuk sederhana yang terbuat dari galon bekas sebagai tangki pupuk, pipa PVC ¾ dim sebagai batang aplikator, dan selang sebagai penghubung keduanya. Alat semprot ini memiliki prinsip kerja yang berpedoman pada gerakan katup pegas di alat tersebut. Ketika pengguna menarik pemicu batang aplikator, maka pegas akan meregang dan berimbas pada katup yang akan membuka. Sehingga, pupuk bisa keluar. Sebaliknya, ketika pemicu dilepaskan, pegas akan kembali seperti semula yang akan berpengaruh pada menutupnya katup atau mengahalangi pupuk untuk bisa mengalir keluar.

Keuntungan dari ENCHIS ini diantaranya dapat digunakan sebagai aplikator pupuk granul dan pupuk cair sekaligus, jumlah pupuk yang keluar bisa disesuaikan dengan adanya katup pegas tadi, dapat menghemat biaya, kapasitas pupuk yang ditampung tangki lebih besar daripada produk sejenisnya, penggunaannya cukup mudah, dan desainnya yang ergonomis.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.