BERBAGI
saat mendongeng secara teatrikal
Gendong Indonesia, saat mendongeng secara teatrikal | Foto Instagram @gendongindonesia
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di Malang, ada komunitas yang berusaha untuk kembali mengeksistensikan budaya mendongeng di kalangan anak-anak. Namanya adalah Gendong Indonesia.

Nama Gendong diambil dari fokus kegiatan mereka, yaitu gerakan mendongeng yang disingkat menjadi gendong  (gerakan = gen, mendongeng = dong). Meskipun fokus komunitas ini adalah anak-anak, namun kalangan mahasiswa hingga orang tua juga diajak untuk tertarik belajar mendongeng.

Komunitas yang memiliki visi kembali menjadikan aktivitas mendongeng sebagai budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia ini terbentuk atas inisiasi dari Arrayyan Firdaus, Elis, Kukuh, dan Dira yang melihat kondisi anak-anak dan dongeng saat ini.

Banyak dari anak-anak yang mereka jumpai menyatakan bahwa mereka suka dengan dongeng tapi sedikit sekali yang menyatakan pernah didongengi. Alasan lain yang membuat mereka kembali menggaungkan gerakan mendongeng adalah karena mendongeng sejatinya berbagi cerita dan setiap orang bisa dengan mudah melakukannya.

cuplikan kegiatan gendong malang
Cuplikan kegiatan gendong malang | Foto Instagram @gendongindonesia

Misi mereka yaitu untuk menyebarluaskan aksi dan dampak positif dari aktivitas mendongeng melalui aksi mendongeng di ruang publik seperti taman kota, perpustakaan. Selain itu juga mendampingi para orangtua yang ingin belajar mendongeng untuk anaknya.

Kegiatan komunitas yang terbentuk 30 Agustus 2015 ini cukup banyak dan rutin dilakukan. Diantaranya Gendong goes to, dongengin taman, gendong cfd, gendong collaborate yang dilakukan dengan beberapa komunitas seperti SIPUPA Malang, komunitas berbagi sepatu, Brawijaya Mengajar. Selain itu juga ada kegiatan yang dinamakan Piknik Bahagia. Disinilah para anggota komunitas berakun youtube dan instagram @gendongindonesia ini latihan mendongeng. Latihan ini terbuka untuk siapapun yang ingin mengikutinya.

Ada dua kategori anggota dalam Gendong Indonesia ini yaitu Gendong talents dan kuli Gendong. Gendong talents bersifat seperti volunteer. Sedangkan kuli Gendong berperan sebagai tim kreatif setiap pementasan. Saat ini sudah ada 30 orang Gendong talents dan 12 kuli Gendong yang terdiri dari mahasiswa dan orang dewasa. Tidak ada persyaratan khusus untuk siapapun yang ingin bergabung dalam gerakan mendongeng ini.

Metode mendongeng yang mereka lakukan pun beragam. “Kalau dari gendong kita kegiatannya hanya mendongeng lewat teartrikal, boneka tangan, musikalisasi, sama metode ventriquloist. Ventriquloist itu metode dongeng yang seolah bikin bonekanya hidup atau bicara dengan bibir pendongeng tidak bergerak”, jelas Array, Co-Founder and Chief Financial Officer Gendong Indonesia.

gendong malang di Laptop Si Unyil
Gendong malang di Laptop Si Unyil | Foto Instagram @gendongindonesia

Jika SIPUPA Malang memiliki karakter yang selalu tampil setiap pementasan, maka berbeda halnya dengan Gendong Indonesia. Tiga karakter yang dibawakan dengan metode ventriquloist bernama Caca, Ceta, dan Cali hanya tampil di waktu-waktu tertentu bergantung pada tema yang dibawakan. Tema yang dibawakan juga bervariasi dan dibawakan selama satu bulan. Contohnya setiap pementasan yang dibawakan pada bulan Januari akan bertema kejujuran, bulan selanjutnya bertema keberanian, dan seterusnya.

Anak-anak dan para orang tua merasa senang dan terhibur dengan adanya kegiatan mendongeng ini. Bahkan tak jarang, para orang tua mengundang komunitas yang di tahun 2016 masuk top twenty di Youth Social Enterpreneur oleh Asian and Europe Meeting ini untuk tampil kembali di tempat yang berbeda.

“Semoga  dunia perdongengan di Malang tetap dan semakin eksis. Apalagi kami meyakini bahwa dongeng adalah salah satu cara ampuh untuk campaign tentang bahaya korupsi dan bullying ke anak-anak. Selain itu melalui dongeng juga bisa membuat anak-anak memiliki nilai-nilai kearifan untuk menjadi seseorang yang good attitude”, harap mahasiswa Akuntansi Manajemen angkatan 2015, Politeknik Negeri Malang ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.