BERBAGI
MAGIC, Area pengamatan di student centre universitas ma chung | Foto: Radar Malang
MAGIC, Area pengamatan di student centre universitas ma chung | Foto: Radar Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jika di Universitas Negeri Malang ada komunitas astronomi yang bernama KAPELA (Komunitas Pengamat Langit), maka sama halnya dengan Universitas Ma Chung yang juga memiliki klub yang sama yaitu MAGIC (Ma Chung Galactic Club).

Ma Chung Galactic Club merupakan klub pecinta astronomi yang berada dibawah naungan Universitas Ma Chung. Fokus dari klub ini yaitu pada bahasan tentang fenomena langit, galaksi dan seluruh komponen didalamnya.

Klub ini awalnya terbentuk dari penyelenggaraan event InOMN (International Observe The Moon Night) 2015, yaitu event tahunan NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang diadakan serentak di seluruh dunia. Memahami datangnya event besar ini, rektor Universitas Ma Chung, Dr. Chatief Kunjaya, M.Sc. berinisiatif untuk mengadakan pengamatan bulan di lingkup internal kampus. Dimana pengamatan tersebut merupakan inti dari event InOMN itu sendiri.

Ternyata, ide sang rektor ini disambut sangat baik oleh para mahasiswa, dosen, dan juga staf kampus. Sehingga, beliau pun memiliki pemikiran untuk membentuk klub astronomi di kampus yang ia pimpin sekarang.

Pemberian nama klub ini pun sempat menemui kendala. Dimana jika mereka menyisipkan astronomy diantara identitas mereka yaitu Ma Chung dan club, maka singkatannya akan mirip dengan Malang Astronomy Club (MAC). Sehingga, mereka menggunakan galactic sebagai pembedanya. Galactic diambil dari kata sifat yang memberikan arti galaksi.

30 orang anggotanya rutin berdiskusi setiap dua minggu sekali. Tepatnya setiap hari Rabu pukul 17.00 WIB. Pembahasan mereka pun beragam mulai dari kegiatan di kelas yang berisi materi hingga aktivitas outdoor seperti observasi maupun stargazing.

Kegiatan indoor dan outdoor tersebut dilakukan secara bergantian dimana indoor lebih dahulu diagendakan. Materinya pun bersesuaian dengan tema pengamatan di pertemuan berikutnya. Misal tema pengamatannya adalah stargazing maka materi yang diberikan adalah rasi-rasi bintang. Untuk menghindari kebosanan dalam kegiatan tersebut tak jarang diadakan nonton bareng film astronomi, misal The Martian dan Interstellar. Juga di akhir setiap kegiatan selalu ada evaluasi mengenai pengusaan ilmu dan kegiatan.

Aktivitas outdoor sering mereka lakukan di dalam kampus, yaitu di lantai 2 gedung Mochtar Riadi atau yang lebih familiar disebut gedung Student Centre. Alasan pemilihan lokasi ini tentunya berkaitan dengan kenyamanan dan keberhasilan mendapatkan objek yang dibidik. Sebab, di ruang terbuka ini letaknya cukup tinggi dan lebar. Kapasitasnya bisa memuat hingga 100 orang.

Saat ini, MAGIC dilengkapi dengan lima teleskop optik berjenis refraktor berdiameter 8 cm. Teleskop refraktor merupakan jenis teleskop yang menggunakan lensa sebagai media pengumpul cahayanya. Ciri-ciri teleskop ini yaitu dari bentuk tabung teleskopnya yang berdiameter kecil. Juga, keuntungan teleskop ini yang cocok digunakan untuk pengamatan objek planetary seperti planet, bulan, bintang ganda, dan ojek langit yang terang lainnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.