BERBAGI
Slamet Sutikno dan sepedanya
Slamet Sutikno dan sepedanya | Foto website 1.bp.blogspot.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Semangat dan niat yang dimiliki oleh Slamet Sutikno memang patut untuk ditiru. Bagaimana tidak, pada tahun 2016, pria kelahiran 3 November 1942 ini masih mampu mengelilingi nusantara dan tiga negara tetangga.

Bersama sepeda Batavus yang lebih tua dua tahun darinya, Slamet Sutikno menjajaki kota-kota di tanah air diantaranya Tarakan, Balikpapan, Sulawesi, Ambon dan tiga negara tetangga yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, serta Timor Leste hingga akhirnya kembali ke Malang, tanah kelahirannya. Di Malaysia, ia sudah melewati Selangor, Johor, Tawau, dan Sabah.

Perjalanannya yang mengagumkan orang ini dimulai ketika ia mendapat undangan ke Bali dan Semarang. Sutikno, panggilan akrabnya tetap menggunakan sepeda kayuhnya untuk sampai kesana. Total ia menghabiskan waktu delapan hari untuk bisa sampai ke pulau Dewata dan enam hari ke Semarang.

Sebelumnya, Slamet Sutikno pun sudah bersepeda ke kota-kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Mojokerto, Kediri, dan Blitar yang tak hanya dilakukan sekali dengan hitungan pulang pergi. Dari pengalamannya tersebut, ia yakin bahwa ia juga akan mampu untuk mengayuh sepeda mengelilingi Indonesia. Namun, kawan-kawannya tak yakin untuk melakukan hal tersebut. Hingga akhirnya, Sutikno berkeliling Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste secara sendiri.

Slamet Sutikno di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam | Foto: Kemenlu
Slamet Sutikno di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam | Foto: Kemenlu

Selama berkeliling nusantara dan 3 negara di Asia Tenggara yang sudah disinggahinya, Slamet mengaku terkesan dengan sambutan warga Malang yang berada di Brunei Darussalam.

Ratusan warga Malang yang bekerja di Brunei saat itu menyambut. Beberapa di antaranya bahkan merasa heran di usianya yang sudah 74 tahun, kakek Slamet masih mampu mengayuh ontel tuanya berkeliling nusantara dan 3 negara.

Batavus pemberian orang tuanya memang tak kalah tangguh dengan pengayuhnya. Dengan perjalanan beratus-ratus kilometer selama lebih dari 7 bulan dan barang bawaan sekitar 60 kg, sepeda ini pun tak rewel. Hanya saja perlu mengecek kondisi ban sepeda secara berkala.

Identitas asal pun tak dilupakan oleh pria asal desa Sutodjajon, Pakisaji, Malang ini. Ia meletakkan dua bendera dibagian belakang sepedanya, yaitu bendera merah putih dan KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) kota Malang yang ia ikuti. Tak hanya bendera, ia juga meletakkan wadah untuk tempat pakaian dan barang-barang yang ia perlukan selama perjalanan di kedua sisi sepeda.

Dengan melakukan perjalanan menggunakan sepeda ini pula, pria yang rutin mengonsumsi tiga suing bawang putih per harinya ini  menyelipkan campaign terhadap kalangan muda mengenai sehatnya bersepeda dan tertib berlalu lintas.

Sesuai dengan kalimat yang terletak di bagian depan sepedanya, ‘AYO KER !! TERTIB LALU LINTAS’. Selain itu, dengan aktivitas seperti ini maka waktu luang akan habis dengan tidak sia-sia. Sehingga efektif untuk menghindari hal negatif seperti pemakaian narkoba yang makin marak belakangan ini.

Selain Slamet Sutikno, diberitakan sebelumnya dari Malang juga ada yang melakukan perjalanan keliling dunia dengan menggunakan sepeda. Dia adalah Hakam Mabruri (34) dan istrinya Rofingatul Islamiah (34)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.