BERBAGI
Tembang macapat malangan pucung | Foto Instagram @isti_imnida
Tembang macapat malangan pucung | Foto Instagram @isti_imnida
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jika anda pernah menempuh mata pelajaran Bahasa Jawa, pasti anda menemui materi macapat. Dan Malang pun punya macapat Malangan.

Macapat merupakan tembang atau puisi tradisional dari Jawa yang menceritakan tahap-tahap kehidupan manusia. Filosofinya menggambarkan perjalanan manusia dari lahir sampai meninggal dunia.

Ada beberapa tembang macapat yang menjadi ciri khas daerah-daerah di Jawa. Beberapanya adalah Semarangan, Mataraman, Gresikan, Majapahitan, Tengger, dan Malangan. Ragam tersebut diambil dari tempat berkembangnya. Dimana cirinya sesuai dengan budaya setempat.

Untuk tembang macapat Malangan, cirinya ada di cengkok khas Malangan yang dimilikinya. Ciri ini berlaku untuk setiap cengkok dan lafal pengucapan kata-katanya dikenali dari Malang. Sehingga, jika memenuhi ciri-ciri tersebut, dapat dipastikan itulah tembang macapat Malangan.

Selain cengkoknya yang menjadi ciri utama tembang macapat Malangan, juga ada aturan dan ciri-ciri lainnya yang berlaku, yaitu

  1. Tata aturan umum pada bait. Ciri-ciri tembang macapat meliputi guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu. Pertama yaitu guru gatra. Gatra merupakan baris jika dalam bahasa Indonesia. Guru gatra diartikan jumlah gatra per bait. Kedua ada guru wilangan. Wilangan artinya bilangan. Guru wilangan berarti jumlah suku kata di setiap gatra. Ketiga yaitu guru lagu (swara). Adalah bunyi vokal di setiap akhir bait. Pada macapat Malangan, guru wilangan dan guru gatranya  tidak tetap, kadang ditambah atau dikurangi. Sedangkan untuk guru lagu tak jarang berbeda dengan aturan pada umumnya.
  2. Cengkok. Cengkok disini diartikan lekuk-lekuk suara untuk melagukan tembang menurut perasaan penembang. Cengkok ini menjadi salah satu pembeda utama dengan tembang macapat di daerah lainnya. Sebab, budaya setempat sangat memengaruhi pembawaan seni vokal ini.
  3. Dialek Malangan. Dialek adalah variasi bahasa sekelompok penutur yang berada di daerah yang sama. Pelafalan dialek Malangan adalah salah satu bagian khas dari tembang macapat ini. Dimana akan dapat dikenali bahwa pengucapan sang penembang sangat khas dari Malang.

Dulu, tembang yang identik dengan kebersamaan ini berkembang di daerah pedesaan. Oleh masyarakat biasanya dilantunkan saat melakukan pekerjaan yang tidak terlalu membutuhkan fokus ekstra, seperti tidur-tiduran maupun menjaga bayi.

Kini, keberadaan macapat Malangan sudah kurang terkenal keberadaannya. Apalagi jika tidak tergabung dalam komunitas terkait atau belajar sastra Jawa. Setiap tembang yang dilantunkan, pasti memiliki filosofi yang mendalam. Sehingga pelantun dan pendengar dapat memaknai suatu tembang yang sedang diperdengarkan. Selain itu, juga untuk melestarikan sastra Jawa di tengah era modern.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.