BERBAGI
Kisah Bunga Aster Pikok, dari Kebun ke Pelaminan (C) LINGKARMALANG
Kisah Bunga Aster Pikok, dari Kebun ke Pelaminan (C) LINGKARMALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bunga Aster Pikok merupakan salah satu jenis tanaman hias yang mampu tumbuh dengan baik di kawasan Kota Batu. Ada kisah menarik yang mewarnai bunga tersebut sejak dari kebun hingga ke pelaminan.

Aster sendiri adalah bunga yang berasal dari Tiongkok dengan tinggi rata-rata 30-70 cm. Bungai ini sekilas bentuknya seperti bunga kertas dan hampir mirip dengan bunga matahari. Bunganya berdaun susun dan memiliki banyak warna mulai dari putih, biru, ungu, di mana tengahnya biasanya berwarna kuning. Aster berwarna merah merupakan varian yang paling banyak digemari. Bunga ini bagian tengahnya berwarna hijau muda, sedang kelopaknya memanjang namun agak jarang.

Rata-rata Bunga Aster Pikok berumur satu tahun. Aster sangatlah mudah didapat dan tidak mengenal musim untuk berbunga. Tanaman hias ini banyak tumbuh di daerah dataran tinggi. Hawa yang sejuk, seperti Kota Batu, bisa menjadi tempat yang bagus untuk pembibitan. Seperti yang terlihat di beberapa lahan di kawasan Desa Ngaglik, Kecamatan Batu.

Adalah Suja’i, salah seorang petani bunga di desa tersebut yang membudidayakan Bunga Aster Pikok di kebun miliknya. Pria paruh baya itu menanami kebunnya dengan tiga varian Aster Pikok, yakni berwarna putih, ungu dan merah muda. Menurutnya, bunga aster yang ditanamnya biasa dipanen tak sampai setengah tahun, tepatnya hanya tiga bulan saja.

Di Indonesia, aster termasuk komponen penting dalam karangan bunga untuk pesta-pesta perkawinan, termasuk jenis Aster Pikok. Dalam satu tangkai biasanya terdapat beberapa cabang yang ujungnya adalah kuntum bunga. Bunga ini bisa juga dipadukan dengan beberapa bunga lainnya dalam sebuah buket.

Suja’i biasa menjual Bunga Aster Pikok yang dipanennya kepada tengkulak. Per satu ikat dibandrolnya dengan harga sebesar 10 ribu rupiah. Hanya saja, pria 60 tahun ini tidak tahu-menahu harga yang dipatok para tengkulak ketika menjualnya kepada konsumen.

Dijelaskannya, jika sudah masuk masa panen, dalam satu minggu Bunga Aster Pikok ini bisa dipanen hingga dua kali. Satu lagi kelebihan dari bunga ini adalah tidak mudah layu. Meski sudah menginap selama tiga hari pun bunga ini masih terlihat segar.

[email protected]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.