BERBAGI
UB FOREST
UB Forest | Foto Instagram @ubforest
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Terciptanya karya-karya besar seringkali didukung oleh fasilitas yang memadai. Semakin kesini, semakin banyak fasilitas-fasilitas riset yang disediakan oleh perguruan tinggi. Fasilitas ini ditujukan untuk kualitas riset yang lebih baik. Misalkan membangun laboratorium dengan alat-alat yang lebih canggih.

Salah satu universitas yang mengembangkan penyediaan fasilitas bagi para mahasiswanya adalah universitas Brawijaya. Universitas yang beralamat di Jl. Veteran, Malang ini menambah lahan di dusun Sumbersari, Tawang Argo, Karangploso,  Malang. Lahan tersebut adalah hutan pendidikan yang bernama UB Forest.

UB Forest memiliki tujuan sebagai laboratorium hidup yang dapat meningkatkan hasil mutu riset para civitas akademika UB. Laboratorium hidup adalah ruang untuk melakukan penelitian maupun praktek pembelajaran secara nyata di alam. Selain itu juga sebagai bentuk pengabdian civitas akademika UB terhadap masyarakat,

Hutan yang berada di lereng gunung Arjuno ini tidak hanya untuk kepentingan para civitas akademika UB. Sebab, kelak dari hasil-hasil riset yang telah dilakukan akan dapat berdampak positif yang besar terhadap masyarakat. Yaitu salah satunya untuk dapat meningkatkan produktivitas dan penghasilan masyarakat setempat.

Lahan yang berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut ini identik dengan laboratorium milik Fakultas Pertanian UB. Namun, tak hanya mahasiswa dan dosen fakultas tersebut yang dapat memanfaatkannya. Akan tetapi juga fakultas lain seperti Fakultas Peternakan, Ekonomi dan Bisnis, juga Ilmu Administrasi. Sebab, UB Forest memang dimaksimalkan untuk menjadi laboratorium yang dapat digunakan oleh banyak lintas keilmuan.

UB Forest berisi beragam flora dan fauna di dalamnya. Dengan luas area sebesar 554 ha, tentu tidak diisi flora dan fauna seluruhnya. Kedepan, hutan yang diresmikan pada 19 September 2016 ini akan dikembangkan pusat riset yang lain. Misalnya seperti kegiatan Pusat Riset dan Entrepreneurial Agroindustri Atsiri (PUREAA) yang diperkirakan akan mengambil lahan seluas 10 ha, Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia (P4I) memakai lahan seluas 50 ha.

Porang adalah tumbuhan mirip dengan suweg/walur/iles-iles tetapi memiliki ciri tersendiri. Nantinya porang tersebut akan didapat banyak sekali produk bisnis yang dapat dimanfaatkan. Diantaranya adalah susu porang, kue porang, suplemen. Dari suplemen, salah satu produk porang yang direncanakan tersebut diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan asupan masyarakat. Dimana didalamnya sudah terkandung nutrisi dan gizi yang mencukupi.

Tidak hanya itu, lahan juga disisakan untuk membuat area peternakan ayam potong. Dari area peternakan ini nantinya diharapkan dapat dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk riset, dan lain-lain.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.