BERBAGI
Terminal Kota Batu
Terminal Kota Batu
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Terminal Kota Batu menjadi penghubung di beberapa tempat wisata. Inilah profil terminal itu.

Malang dan Batu menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Jawa Timur. Banyak tersedia tempat-tempat wisata di kedua kota ini. Baik wisata alam, buatan, edukasi, sejarah, agro, maupun kuliner.

Untuk mengunjunginya pastilah membutuhkan alat transportasi untuk mencapainya. Kendaraan pribadi memang lebih menjadi prioritas karena fleksibel. Namun, tak semua masyarakat memiliki kendaraan pribadi yang memadai untuk menjangkau tempat-tempat tertentu.

Juga, alasan capek terkadang membuat masyarakat memilih angkutan umum sebagai solusinya. Akan tetapi tak jarang angkutan umum juga terbatas. Mulai dari tidak bisa menjangkau semua tempat, harga yang kurang terjangkau, kapasitas, dan kenyamanan adalah hal-hal yang membuat calon penumpang berpikir dua kali.

Seringkali masyarakat yang akan mengunjungi kota Batu terlebih dulu harus berganti angkutan dari terminal-terminal Malang. Terminal yang menjadi penghubung dengan kota Batu yaitu terminal Landungsari.

Dari Terminal Landungsari, bisa melanjutkan dengan memilih angkot berwarna ungu dengan trayek Landungsari-Batu. Sesampai di terminal Batu, akan banyak dijumpai angkutan kota-angkutan kota yang siap mengantarkan para calon penumpang ke daerah di dalam dan sekitar kota Batu.

Selain angkutan kota yang tak lain adalah mikrolet, ada juga bus. Namun, bus yang berasal dari terminal tipe B ini memiliki trayek terbatas. Trayek bus tersebut adalah Batu-Kediri, Batu-Jombang, Batu-Tuban, dan Batu-Denpasar.

Selain melayani tiga trayek tersebut, ada juga bus yang beroperasi dengan tujuan Bandung, Denpasar, Mataram. Trayeknya yaitu Batu – Malang – Surabaya – Bandung, Batu – Malang – Surabaya – Probolinggo – Denpasar, dan Batu – Malang – Denpasar – Mataram.

Fungsi utama terminal yang merupakan tempat pemberhentian penumpang, membuatnya kini terus berbenah. Shelter dan papan trayek di terminal yang beroperasi pukul 07.00-19.00 WIB ini terlihat lebih menarik dan rapi.

Selain itu, terminal yang terletak di seberang Pasar Besar kota Batu ini juga membenahi tulisan ‘terminal Batu’. Dimana tulisan terminal menggunakan font biasa berwarna kuning. Sedangkan kata Batu menggunakan font ikon yang biasa digunakan sebagai ciri khas kota Batu.

Hal ini juga disebabkan dengan berpindahnya penanggung jawab terminal kota Batu. Dimana sekarang sudah bukan lagi dikelola oleh pemerintah kota Batu melainkan oleh provinsi Jawa Timur.

Pengambilalihan ini berlaku sejak 2017. Sebab, sesuai Undang Undang 23 tahun 2014, pemerintah Kabupaten/Kota hanya mengelola terminal tipe C. Sedangkan terminal tipe B pengelolaannya dialihkan ke Provinsi. Sedangkan tipe A menjadi wewenang pusat.

Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa tipe C khusus melayani angkutan dalam kota, tipe B untuk tingkat Provinsi dan angkutan antar kota dalam Provinsi. Sementara tipe A berisi angkutan yang melayani trayek antar Provinsi.

Selain angkutan kota dan bus, juga ada ojek yang biasanya berada di depan ataupun sekitar terminal. Ada pula penjual makanan dan minuman layaknya terminal-terminal lain.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.