BERBAGI
Abah Anton, Walikota Malang Pertama dari Etnis Tionghoa (C) ADADIMALANG
Abah Anton, Walikota Malang Pertama dari Etnis Tionghoa (C) ADADIMALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Mochammad Anton merupakan walikota ke-16 yang memimpin Kota Malang, tepatnya untuk periode 2013-2018. Menariknya, pria yang akrab disapa Abah Anton itu merupakan walikota pertama yang berasal dari etnis Tionghoa sejak tahun 1919.

Anton menjabat sebagai Walikota Malang bersama wakilnya, Sutiadji, sejak 13 September 2013, setelah dilantik Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo dalam sidang paripurna istimewa DPRD Kota Malang. Pasangan ini ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan umum Wali Kota Malang 2013 oleh KPU Kota Malang menyingkirkan lima pasangan lainnya.

Pria yang lahir di Malang, 31 Desember 1965 ini maju sebagai calon Walikota dengan latar belakang sebagai pengusaha. Tak heran, sejumlah perusahaan pernah dipimpinnya. Anton pernah menjadi Direktur PT Maju Jaya Makmur Sentosa, Direktur PT Candra Wijaya Sakti, dan Direktur CV Surya Kencana

Prestasinya sebagai seorang pengusaha tentu sejalan dengan apa yang dirintisnya sejak duduk di bangku SD Negeri Tlogomas 2 Malang. Lulus SD, Anton kecil melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 8 Malang, lalu ke SMA YP-17 Malang. Sementara itu, pendidikan tingginya ditempuh di S-1 Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Meski terlahir dengan nama Cina, Goei Hing An (魏廷安), namun Anton bisa dibilang seorang pemeluk Islam yang taat. Terbukti, beberapa jabatan di organisasi keislaman pernah diikutinya. Mulai dari Bendahara MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Lowokwaru, Bendahara PC Nahdlatul Ulama Kota Malang 2011-2016, Ketua Umum Persatuan Tionghoa Islam Indonesia (PITI) Malang Raya, hingga Ketua DPC PKB Kota Malang. Selain itu, Anton pernah menjabat sebagai Pembina Koperasi Petani Tebu Satwil Jatim dan Jateng. Bahkan, ia juga pernah memiliki pengalaman menjadi Ketua RW 01 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru.

Abah Anton mengaku sama sekali tidak punya niat dan ambisi untuk menjadi wali kota. Dirinya merasa lebih cocok jadi pengusaha. Pria ini bersedia maju mencalonkan diri berkat dorongan para kiai yang aktif di PCNU Kota Malang. Salah satu yang mendukungnya adalah Mutammimah, istri mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi. Konon, Anton sempat berjanji tidak akan mengambil gaji selama menjadi walikota. Gajinya bakal disumbangkan kepada kaum duafa dan anak yatim-piatu yang lebih membutuhkan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.