BERBAGI
Fi-Batt atau baterai dari tulang ikan
Fi-Batt atau baterai dari tulang ikan | Foto liputan6.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Berbagai upaya untuk menciptakan sumber energi baru kini gencar dilakukan. Utamanya yang berbasis pada pengelolaan barang tak terpakai. Kini, sudah ada penerapan sumber energi baru dari sisa-sisa tulang ikan. Sumber energi dari sisa tulang ikan tersebut dibuat dalam kemasan baterai yang dinamakan Fi-Batt (Fish Battery).

Dalam pengujiannya, baterai tulang ikan ini mampu menghasilkan voltase sebesar 0.9-1.4 Volt. Voltase ini nantinya digunakan oleh barang elektronik untuk beroperasi.

Baterai ini merupakan karya dari Machfud Firmansyah, Maulida Aulina, Imam Suhaeri, dan Izza Afkarina. Keempat mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut merupakan mahasiswa lintas fakultas. Dimana secara berturut-turut fakultas mereka adalah Fakultas Teknik, Pendidikan Vokasi, Fakultas Perikanan dan Kelautan, serta Fakultas Ilmu Administrasi.

Disini, mereka mengolah tulang ikan tongkol. Ikan tongkol dipilih karena tulangnya yang agak besar dan mudah ditemukan di Malang. Untuk tulang bagian kepala dan ekor ikan tidak digunakan karena terlalu keras.

Sebelum diolah, tulang ikan tongkol dicuci bersih kemudian dikeringkan. Pengeringannya dapat menggunakan panas dari matahari untuk menekan biaya pengeluaran.

Setelah tulang ikan cukup kering, baru dilanjutkan ke proses penghancuran dan penghalusan. Proses ini dapat menggunakan blender. Setelah diblender, tulang ikan disangrai lalu diayak untuk mendapatkan serbuk yang besar butirnya merata. Tingkat kehalusan dan keringnya serbuk tulang ikan akan berbanding lurus dengan besarnya daya yang akan dihasilkan.

Kemasan baterai yang digunakan adalah kemasan baterai pabrikan yang voltase atau tegangannya sudah habis. Jika pasta pada baterai bekas sudah diambil, maka serbuk tulang ikan sudah bisa diisikan.

Syarat pengisiannya yaitu elektrode dalam baterai tidak patah. Saat memasukkan pasta pengganti ini, serbuk tulang ikan dikombinasi dengan garam iodium. Perbandingan keduanya yakni 2 : 1. Dimana komposisi serbuk ikanlah yang lebih banyak. Setelah serbuk diisikan secara penuh, harus dipadatkan untuk mendapat hasil maksimal.

Jika satu baterai pabrikan menghasilkan voltase sebesar 1.5 V, maka pada baterai tulang ikan ini dibutuhkan minimal dua buah baterai untuk menyetarakan voltasenya.

Pemilihan tulang ikan untuk baterai ini yaitu karena adanya kandungan titanium oksida untuk penyimpan energi listrik. Juga dengan adanya garam atau NaCl yang menjadi penghasil elektron.

Salah satu aplikasi penggunaan Fi-Batt ini yaitu pada jam dinding.

Meskipun Fi-Batt ini sudah diterjunkan kepada masyarakat berupa pelatihan-pelatihan terhadap nelayan di daerah Sumbermanjing Wetan, Malang, namun tetap masih dilakukan riset lebih lanjut untuk hasil yang lebih optimal. Sehingga nantinya dapat digunakan oleh masyarakat luas.

 

sumber : liputan6, surya malang, maulana lecture ub

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.