BERBAGI
Penampakan Situs Watu Banteng DI Karangploso (Foto: Cukup Miko Saja)
Penampakan Situs Watu Banteng DI Karangploso (Foto: Cukup Miko Saja)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Salah satu situs Kadewaguruan yang tidak banyak dikenal ada di Karangploso, situs Watu Banteng namanya danĀ berlokasi di Dusun Genengan, Desa Girimoyo. Areanya sangat dekat denganĀ kompleks makam di dekat kompleks markas Yonkes Karangploso.

Diperkirakan situs inin sudah ada sebelum era kerajaan Singosari. Letaknya pun berada di tepian sungai kecil di daerah persawahan.

Di situs Watu Banteng terdapat sebuah arca Nandi (Nandiswara) dengan ukuran yang sangat besar dengan ukuran 80 sentimeter dengan panjang dua meter dan lebar satu meter. Arca Nandi adalah arca lembu yang merupaakan simbol dari kendaraan bagi Dewa Siwa. Posisi arca yang ukurannya sangat mirip dengan aslinya itu sedang duduk di tepi kali.

Di sekitar situs tersebut juga terdapat berbagai benda peninggalan di zaman lawas. Seperti batu umpak, lingga, yoni dan batu berukir bunga teratai. Beberapa bukti yang menyatakan jika tempat tersebut dulunya adalah lokasi pemujaan. Umpak digunakan sebagai dasaran bangunan yang biasanya memiliki atap. Namun, karena bisa jadi dimakan usia, atapnya sudah ditemukan lagi.

Lingga merupakan simbol dari kaum laki-laki yang biasa disebut dengan proses penciptaan manusia. Bentunya lonjong panjang ataupun silinder, sementara yoni adalah lambang bagi kaum perempuan yang dilambangkan dengan wadah yang berbentuk persegi atau bulat.

Bentuk lembu yang duduk di situs Watu Banteng (Foto: Cukup Miko Saja)
Bentuk lembu yang duduk di situs Watu Banteng (Foto: Cukup Miko Saja)

Selain benda-benda di atas, tidak ditemukan prasasti apapun yang menceritakan tentang keberadaan situs itu. Namun, dari lokasinya bisa didapatkan dugaan jika situs itu bisa jadi dibangun pada masa kerajaan Kanjuruhan karena kondisinya mirip dengan yang ada di Watugong yang ada di Dinoyo. Karangploso adalah wilayah perluasan dengan letaknya yang cukup pas untuk kegiatan keilmuan karena dekat dengan Gunung Arjuno.

Meskipun tidak terkenal, situs tersebut cukup ramai dikunjungi oleh para seniman bantengan yang ada di Malang. Sebelum melakukan pertunjukkan mereka biasanya akan nyekar di sana agar nantinya tidak mengalami masalah apapun saat beraksi dengan memasukkan ruh leluhur. Kemungkinan, ukuran Nandi yang besar menjadi patokan karena bisa jadi bantengan adalah kesenian peninggalan kerajaan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.