BERBAGI
Gedung Bank Mandiri KCP Malang Merdeka ada di pojokan alun-alun (Foto: kekunaan.blogspot.com)
Gedung Bank Mandiri KCP Malang Merdeka ada di pojokan alun-alun (Foto: kekunaan.blogspot.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di Jalan Merdeka Barat No. 1 atau tepatnya berada di pojok seberang Alun-alun Kota Malang terdapat sebuah gedung kuno. Gedung yang bentuknya masih bertahan dengan gaya lawas itu adalah gedung Bank Mandiri KCP Malang Merdeka.

Gedung yang cukup kuno itu memang memperkaya bangunan-bangunan lawas di sekitar Alun-alun. Uniknya, dari awal berdiri hingga sekarang, peruntukannya adalah tetap untuk bank.

Dikutip dari kekunaan, gedung tersebut pada mulanya adalah gedung milik Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang selesai pembangunannya pada pertengahan Agustus 1938. Gedung tersebut merupakan hasil rancangan dari Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker, seorang arsitek Belanda yang dilahirkan di Banyubiru, dekat Salatiga, Jawa Tengah, pada tahun 1882.

Pada 1950, Nederlandsch-Indisch Handelsbank berganti nama menjadi De Nationale Handelsbank. Kemudian De Nationale Handelsbank dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 1939. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, pemerintah mendirikan Perseroan Terbatas Bank Umum Negara (BUNEG) berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 1959 Tanggal 10 Agustus 1959.

Bank Umum Negara akhirnya juga menerima pengelolaan dari Bank milik Inggris The Chartered Bank yang dinasionalisasi pada tahun 1964. Penyerahan itu juga diatur dalam Surat Keputusan Menteri Urusan Bank Sentral No. Kep. 15/UBS/65 Tanggal 19 Februari 1965.

Di sisi lain, pada tahun 64 juga Bank Umum Negara tersebut berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV. Penggantian nama ini merupakan perwujudan dari kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Bank Sentral No. Kep. 65/UBS/65 Tanggal 30 Juli 1965, untuk menggabungkan bank-bank milik pemerintah dalam satu wadah pengelolaan, yaitu Bank Negara Indonesia. Akhirnya, berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 1968, Bank Negara Indonesia Unit IV tersebut berubah nama menjadi Bank Bumi Daya (BBD).

Akhirnya setelah beberapa, pemerintah menggabungkan BBD dengan tiga bank lain yaitu Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO), Bank Dagang Negara (BDN), dan Bank Expor Impor (EXIM), menjadi Bank Mandiri. Tak heran, bila sebagian warga Malang masih mengenal gedung Bank Mandiri tersebut sebagai gedung eks Bank Bumi Daya.

Sekarang ini, Bank Mandiri menjadi salah satu bank terkemuka di Kota Malang. Namun, khusus untuk Bank Mandiri KCP Malang Merdeka memiliki arti tersendiri bagi Kota Malang. Bukan sebagai bank besar saja, akan tetapi sebagai bank yang mempunyai gedung peninggalan kolonial bergaya Art Deco. Gedung ini juga menambah khazanah deretan bangunan lawas yang berada di sekeliling Alun-Alun Kota Malang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.