BERBAGI
Sri Rahaju Djatimurti Rita Hanafie
Sri Rahaju Djatimurti Rita Hanafie | Foto forlap DIKTI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sri Rahaju Djatimurti Rita Hanafie merupakan salah satu aset yang dimiliki Malang pada tahunnya. Dimana saat itu ia menjadi seorang atlet, karate tepatnya.

Menjadi seorang karateka, wanita kelahiran Blitar, 5 Februari 1962 ini telah banyak mendapat prestasi, baik nasional maupun internasional. Dalam pertandingan secara internasional, ia pernah bertanding di Kejuaraan Dunia Karate (WUKO) di Madrid, Spanyol pada tahun 1980. Lalu bertanding juga di Kejuaraan Karate Asia Pasific (APUKO) V Sidney, Australia pada tahun 1981. Di pertandingan tersebut, Rita dalam kategori Kata Perorangan Putri dan mendapat medali perak.

Ketika berlaga di Kejuaraan Dunia Karate (WUKO) di Sidney, Australia pada tahun 1986, dosen Universitas Widya Gama Malang ini mencatatkan dirinya sebagai karateka peringkat ke-6 dunia. Peringkat tersebut ia dapatkan di kategori Kata Perorangan Putri. Pada tahun 1986 pula lah ia yang pernah mendapat Piagam Penghargaan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita RI dalam Temu Tokoh 1000 Wajah Wanita Indonesia ini menyelesaikan studi S1 dari program studi Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Surabaya.

Sebagai timbal balik dari peringkat yang telah diperolehnya, pengalamannya menghadapi lawan pun makin terasah. Dua medali emas berhasil ia kalungi. Yaitu pada saat Sea Games XIV 1987 Jakarta. Kedua medali yang ia peruntukkan kepada Indonesia ini berasal dari kategori Kata Perorangan Putri dan Kata Beregu Putri. Pada Sea Games XV tahun berikutnya, 1988 di Malaysia, ia menyabet satu medali perunggu dengan kategori yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam pertandingan nasional, medali emas juga berhasil ia kalungi. Tepatnya saat PON XII di Jakarta.

Lulus pendidikan S1, Sri Rahaju Djatimurti Rita tetap menyeimbangkan dengan dunia olahraga sambil menekuni dunia akademik. Hingga pada tahun 1989, ia mendapat amanah menjadi dosen di Universitas Putra Bangsa Surabaya. Di Universitas Putra Bangsa Surabaya, masa mengajarnya tak lama. Sekitar tujuh tahun.

Dimana tepat pada tahun ketujuh, 2004 Sri Rahaju Djatimurti Rita berhasil menyelesaikan studi S2. Jurusan yang ia ambil saat S2 pun linear dengan studi S1-nya. Yaitu Ekonomi Pertanian Program Pascasarjana di Universitas Brawijaya. Setelah mengantongi ijazah S2, Rita bertugas menjadi  dosen di Universitas Widyagama Malang hingga saat ini.

Jika menjadi seorang atlet yang bisa bertanding di arena memiliki range usia, sama halnya dengan di bidang akademik di sekolah. Meskipun memiliki range usia tertentu, bergelut di bidang pendidikan range-nya dapat lebih panjang. Sehingga, selain memenuhi tuntutan sebagai dosen, Rita sebagai insan akademisi juga terus mengejar ilmu yang ia tekuni. Menempuh dan menyelesaikan jenjang S3 di  Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Universitas Brawijaya menjadi pilihannya.

Tak hanya pandai mendulang medali di cabang olahraga karate, Rita juga mendulang prestasi selama karirnya menjadi dosen. Beberapa diantaranya adalah Dosen Berprestasi Universitas Widyagama Malang (2005), Ketua Program Studi Berprestasi I Universitas Widyagama Malang (2009), Ketua Program Studi Berprestasi II Kopertis Wilayah VII Jawa Timur (2009).

Ada beberapa hal atau bidang yang patut diperjuangkan. Jika salah satu dari hal tersebut sudah tak lagi dapat diraih, masih ada hal lain yang bisa ditekuni. Dalam menekuni hal-hal tersebut, memang ada lingkungan yang akan membatasi ruang gerak didalamnya. Tinggal bagaimana kita menyikapi aturan yang dibuat oleh lingkungan tersebut untuk dapat tetap bertahan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.