BERBAGI
live doodling di meet up 6th Doodle Art Malang
live doodling di meet up 6th Doodle Art Malang | Foto instagram @doodleartmalang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pada Sabtu, 11 Februari 2016 tepatnya di First Milk n Yogurt Jl. Bandung No 38, Malang terselenggara sebuah kegiatan komunitas. Kegiatan tersebut adalah live doodling oleh komunitas Doodle Art Malang (DAM).

Live doodling yang diadakan kali ini lebih spesial daripada meet up sebelum-sebelumnya. Sebab, meet up kali ini sekaligus untuk memperingati anniversary family DAM, yaitu DAI (Doodle Art Indonesia) yang ke-2.

Tidak hanya DAM yang menyemarakkan anniversary DAI, tapi juga oleh para family DAI diseluruh Indonesia yang diselenggarakan serentak. Hanya ada beberapa family DAI yang tidak melakukannya secara bersamaan, salah satunya Jabodetabek karena alasan tertentu.

live doodling memperingati 2nd anniversary Doodle Art Indonesia
live doodling memperingati 2nd anniversary Doodle Art Indonesia

Sesuai dengan tema kegiatan dan tak menghilangkan esensi meet up ke-6 DAM, maka tema gambar doodle pun terbagi menjadi dua. Dimana salah satu untuk meet up ke-6 dan satu lagi untuk Happy 2nd anniversary DAI.

Sebab, ada dua karya yang harus diselesaikan 27 orang angggota yang datang malam itu, maka mereka pun terbagi menjadi dua kelompok. Meskipun begitu, pembagian kelompok ini bukanlah suatu penghalang bagi mereka. Mereka tetap bisa menggoreskan karya mereka di atas kertas linen berukuran A0 itu.

Mereka pun sangat diberi kebebasan untuk memilih tema mana yang ingin mereka beri goresan. Boleh saja mereka berpindah-pindah mengaplikasikan ide mereka.

Saling bekerja sama menjadi salah satu hal mengasyikkan dalam menyelesaikan dua karya doodle ini. Ketika ada satu gambar yang belum selesai, maka mereka dengan senang hati mempersilahkan anggota lain untuk menyelesaikan goresannya.

ng-doodle santai sambil minum es
ng-doodle santai sambil minum es

“Nggak ada sih, ini tadi nerusin gambar yang ada”, tutur Nadiya, salah satu anggota DAM saat ditanya inspirasi menggambarnya darimana. Murid kelas XII Brawijaya Smart School ini menyatakan bahwa ia pun tidak menentukan tema gambarnya. Ia pun terlihat nyaman dalam menggambar dengan menikmati segelas minuman pesanannya .

Waktu terus berlalu bersama hembusan angin dingin serta rintik hujan yang turun. Suasana yang terbangun pun semakin hangat nan akrab oleh guyonan khas anak-anak muda. Senda gurau dibawah temaram lampu gantung warna kuning yang menyoroti media gambar mereka nampak semakin memperindah suasana.

Silih berganti orang-orang yang menggoreskan tinta spidol membuat semakin bervariasi pula karakter yang ada di dalamnya. Ada karakter hewan seperti kelinci, sapi. Selain itu juga ada bunga, batik, dan kue. Karakter atau pola yang ada dalam live doodling mencerminkan bahwa ada kekayaan aliran disana.

“Malah seru, maduin banyak karakter sehinnga muncul ciri khas baru. Siapa tahu ngeluarin aliran baru juga.”, celetuk Yovinda Gaby Alvareza, ketua DAM.

Untuk dapat mengikuti live doodling pun tak perlu persiapan khusus. Sebab, peralatan sudah disediakan oleh DAM sendiri. Mulai dari media gambar, spidol. Untuk pensil dan penghapus biasanya para anggota telah membawa secara mandiri.

Untuk dapat join live doodling bersama DAM selanjutnya bisa langsung bergabung saja saat ada event.

“Langsung datang. Biasanya di poster yang kami pos di instagram ada contact person yang bisa dihubungi. Kita aktifnya memang di instagram. Jadi untuk tahu ada event bisa dengan cara update di instagram”, Gaby, ketua DAM.

“Lebih rame lagi, tambah pro, mau memulai lebih dulu, dan anggota bisa betah dengan DAM”, harap Samuel Alexander William, wakil ketua DAM.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.