BERBAGI
potongan relief Mahabharata di Candi Jago
potongan relief Mahabharata di Candi Jago | Foto pulunggelungdrupadi.wordpress.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Setiap candi pasti memiliki relief-relief di setiap dindingnya. Relief-relief tersebut memiliki cerita atau makna tersendiri. Salah satu cerita yang dapat digali dari relief candi yang ada di Malang yaitu pada relief Mahabharata di Candi Jago.

Dalam candi Jago, terdapat relief yang terbagi dalam enam segmen cerita. Untuk dapat membacanya secara runtut, bisa dilakukan dengan cara melawan arah jarum jam. Hal ini karena disesuaikan dengan arah dan orientasi saat candi dibangun.

Enam segmen tersebut adalah relief binatang, relief Anglingdarma, relief Kunjakarna, relief Arjunawiwaha, relief Krisnayana, dan relief Mahabharata. Pahatan relief Mahabarata merupakan yang paling lebar daripada kelima relief lainnya. Cerita Mahabharata yang terdapat disini merupakan salah satu bagian dari hasta dasa parwa (18 bagian) kisah Mahabharata.

Dimana segmen Mahabharata di candi yang terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Malang ini menceritakan tentang kehidupan Pandawa yang hidup di hutan setelah diusir dari kerajaan. Cerita tersebut bermula saat Pandawa dan Kurawa berjudi dadu untuk bertaruh kekayaan.

Kala itu, Kurawa mempertaruhkan harta yang terdiri dari kerajaan dan seluruh isinya, harta, serta wanita. Kurawa yang sejak dulu dididik oleh pamannya, Sengkuni menjadikan mereka berusaha untuk menyingkirkan Pandawa. Juga pada taruhan inilah Pandawa kalah karena adanya taktik dari Sengkuni.

Salah satu yang dipertaruhkan disana adalah wanita. Wanita yang dipertaruhkan Kurawa adalah Dewi Drupadi karena parasnya yang cantik. Namun, ada penolakan dari Pandawa. Hal ini dikarenakan Pandawa memiliki hubungan baik dengan Drupadi. Hubungan baik mereka nampak manakala terjadi perang Baratayuda. Disana, Drupadi menguatkan Pandawa untuk dapat melawan Kurawa yang jumlahnya lebih besar dan lebih kuat.

Saat pertaruhan itu terjadi, Dursasana, salah satu anggota Kurawa mempermalukan Drupadi dengan cara menarik pakaian Drupadi. Sehingga, Drupadi telanjang dan akhirnya ia berusaha menutupi tubuhnya kembali dengan membuka gelungan rambutnya. Gelungan rambut Drupadi ini menginformasikan bahwa tradisi menggelung rambut telah ada sejak dulu.

Rambutnya yang panjang tersebut ia gunakan untuk menutupi tubuhnya sebagai pengganti pakaian. Drupadi telah bersumpah akan terus menutupi tubuhnya dengan rambutnya sampai ia dapat keramas menggunakan darah Dursasana yang telah meninggal.

Akibat kejadian tersebut, akhirnya Pandawa memutuskan untuk pergi dari kerajaan dan menuju hutan. Tidak hanya anggota Pandawa saja yang pergi, tetapi mereka juga membawa serta Kunti (ibu Pandawa), Drupadi, dan punakawan (pembantu dan pengasuh Pandawa).

Selain itu, masih terdapat relief Drupadi di Candi Jago. Akan tetapi tidak ada cerita khusus di dalamnya, yaitu saat Drupadi muncul saat Pandawa meninggalkan Kedaton.

 

sumber : terakota, tempo

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.