BERBAGI
Pia Cap Mangkok rasa kacang ijo | Foto: agenkuliner.com
Pia Cap Mangkok rasa kacang ijo | Foto: agenkuliner.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ternyata masih ada satu lagi jajanan yang menjadi oleh-oleh khas Malang. Oleh-oleh yang dimaksud adalah Pia Mangkok.

Sebutan ini adalah sebutan yang paling dikenal di masyarakat. Meskipun disebut demikian, bukan berarti pia yang dijual berbentuk layaknya mangkok. Bentuknya sama saja dengan pia-pia yang lain, yaitu oval tiga dimensi. Terkadang juga ditemukan nyaris kotak maupun persegi panjang.

Sebutan pia mangkok sebetulnya adalah dari Pia Cap Mangkok. Sebab masyarakat lebih suka memperpendek nama, maka lebih sering disebut Pia Mangkok.

Pia ini sekilas nyaris sama saja dengan bakpia maupun pia-pia di daerah lain. Jika bakpia yang sering ditemukan di Yogyakarya bertekstur halus dan padat, maka berbeda dengan Pia khas Malang yang renyah dan krispi kulitnya serta isinya pun tidak sepadat bakpia pathok Yogya.

Ketika dipecah atau digigit nampak rekahan lapisan-lapisan kulit pia mengisi sela diantara kulit dan isian pia.

Pia Cap Mangkok ini tersohor di kalangan para pelancong yang berkunjung ke Malang. Apalagi, pia ini sudah ada sejak tahun 1959. Resep dan kualitasnya pun terus dijaga dari waktu kewaktu.

Tekstur luar pia ini tetap enak dengan kulitnya yang krispi meskipun sudah tak lagi hangat disajikan. Juga rasa manis dan legitnya semakin memanjakan lidah bagi para penikmat camilan manis.

Secara rasa, tersedia beberapa varian rasa yang ditawarkan. Diantaranya adalah kacang ijo, coklat, keju, tangkwee, durian, dan kopi. Dari keenam rasa Pia Cap Mangkok diatas, ada satu rasa yang masih aneh terdengar di telinga yaitu tangkwee. Tangkwee adalah manisan labu putih. Dulu, varian rasa yang tersaji memang tidak sebanyak ini. Penambahan varian rasa yang kekinian dan pas untuk adonan pia adalah salah satu inovasi agar Pia Cap Mangkok ini tetap eksis di masyarakat.

Biasanya, yang menjadi favorit adalah Pia Cap Mangkok rasa kacang ijo dan coklat. Sedangkan untuk kopi dan durian masih tak banyak diproduksi.

Pia ini hanya memiliki daya tahan hingga 2 minggu saja. Hal ini karena tidak ada bahan pengawet di dalamnya. Sesuai dengan kalimat yang terdapat dalam salah satu gerainya berlokasi di Jl. Soekarno-Hatta Kav 16-17, Malang yaitu ‘Since 1959, we continuously provide the best quality pie. Freshly baked, using only high quality ingredients, specially made tools, and unique baking technique.’.

Untuk harga pun bervariasi sesuai dengan isi dan varian rasanya. Contohnya untuk pia bungkus dihargai Rp13.000, pia durian Rp18.000, pia kotak kecil Rp31.000, dan pia kotak besar Rp65.000.

Nah, itulah salah satu makanan oleh-oleh khas Malang yang bisa dicoba untuk para kerabat di rumah.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.