BERBAGI
Pembahasan alun-alun Kota Kepanjen
Pembahasan alun-alun Kota Kepanjen
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kabupaten Malang akan segera punya alun-alun, begitu hasil rapat rencana pembahasan alun-alun Kota Kepanjen yang merupakan Ibukota Kabupaten Malang.

Pembangunan alun-alun memang sudah lama direncanakan setelah Kepanjen menjadi Kota untuk Kabupaten. Rencana itu semakin marak seiring dengan boyongannya SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dari kantor yang terletak di Kota Malang ke Kepanjen beberapa waktu lalu. Dulu, rencananya alun-alun Kota Kepanjen ini akan ditempatkan di Pasar Kepanjen, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya rencananya itu tidak direalisasikan.

Awal tahun lalu, jajaran pemerintahan Kabupaten Malang melakukan diskusi untuk membahas pembangunan alun-alun. Dari hasil diskusi dan perencanaan itu, alun-alun Kota Kepanjen bakal terletak di antara Desa Kedung Pendaringan dan Kelurahan Penarukan.

Pembangunan alun-alun ini juga disertai pembangunan jalan tembus yang membelah area persawahan dengan tujuan mengurai kemacetan. Sudah menjadi rahasia umum jika jalan di sekitar Stadion Kanjuruhan selalu macet ketika Arema bertanding. Sehingga solusinya adalah dibuatkan jalan tembus baru yang menghubungkan Stadion Kanjuruhan Kepanjen ke Kelurahan Penarukan dengan panjang tiga kilometer dan lebar 12-20 meter dan berdesain serupa dengan Jalibar (Jalur Lintas Barat) Kepanjen.

Pintu masuk jalan baru itu rencananya akan dibuat diantara kantor BPBD dengan gedungĀ Islamic Center. Nantinya di jalur baru ini akan dibangun perkantoran dan ruang terbuka hijau, dari ruang terbuka hijau inilah alun-alun Kota bakal dibuat.

Sisi samping Islamic Center akan menjadi jalan tembus ke Jalan sebelah utara, dan jalan ke alun-alun Kota Kepanjen.
Sisi samping Islamic Center akan menjadi jalan tembus ke Jalan sebelah utara, dan jalan ke alun-alun Kota Kepanjen.

“Pemkab sudah ada lahan disana sekitar 2,3 hektar, tepatnya di samping barat block office. Tahun ini target pembebasan lahan, saya berharap pemilik mendukungnya. Karena jalan tembus ini tujuannya juga mendukung dan memudahkan usaha tani,” tegas Bupati Malang Rendra Kresna.

Alun-alun Kabupaten Malang sendiri nanti akan menempati lahan seluas empat hektareĀ dan juga bisa diakses dari sisi selatan Kantor Bupati Malang di Jalan Panji Kepanjen. Alun-alun bakal memiliki fasilitas seperti jogging track, taman, hingga kolam berbentuk bulat di bagian tengah alun-alun.

Tentu saja, proyek pembangunan Alun-alun ini akan membutuhkan dana yang sangat besar. Selain pembebasan lahan, juga dana untuk membangunnya. Setidaknya Rp34 milyar dibutuhkan untuk merealisasikan wujud fisik Alun-alun ini. Dana sebesar itu tidak dibebankan scara keseluruhan kepada APBD Kabupaten, namun akan menggandeng perusahaan lewat program CSR (Corporate Social Responsibility).

“Targetnya tahun ini adalah selesai menyiapkan lahan untuk jalan tembus dan alun-alun kota. Jika sudah clean and clear, tentu akan dilanjut pembangunan. Kawasan ini memang peruntukannya memang untuk komplek perkantoran, itu masuk pada Perda no 5 tahun 2014,” terang Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.