BERBAGI
HM Anton saat meresmikan Kampung Wisata 100 Topeng | Foto: Humas Kota Malang
HM Anton saat meresmikan Kampung Wisata 100 Topeng | Foto: Humas Kota Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pemerintah Kota Malang terus mengembangkan kampung tematik, salah satunya adalah meluncurkan Kampung Wisata 100 Topeng di Desaku Menanti Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kedung Kandang.

Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti ini merupakan desa yang dihuni oleh para mantan gelandangan, pengemis, hingga anak jalanan. Mereka kemudian dientas oleh Dinas Sosial dan diberi tempat tinggal di Dusun Baran ini. Mereka diharapkan memiliki kehidupan baru yang lebih layak dibandingkan sebelumnya.

Kampung tersebut kemudian disulap menjadi Kampung Wisata 100 Topeng karena sesuai namanya, ada sekitar 100 topeng yang dipajang di sekitar kampung tersebut. Topeng yang terpajang adalah khas malangan karena memang dikenal punya kesenian khas topeng malangan.

Saat memasuki kawasan itu, pengunjung langsung disambut dengan dua buah topeng Malangan dengan ukuran raksasa setinggi lima meter yang menjadi ikon utama.

HM Anton saat meresmikan Kampung Wisata 100 Topeng | Foto: Humas Kota Malang
HM Anton saat meresmikan Kampung Wisata 100 Topeng | Foto: Humas Kota Malang

Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Sri Wahyuningtyas menyatakan jika kampung ini dibentu untuk mengubah pola pikir 38 kepala keluarga yang menghuni kampung tersebut.

“Toperng raksasa yang diresmikan oleh Pak Wali bertjuan untuk menarik minat wisatawan. Kampung ini dibuat untuk mengubah pola pikir mereka, sehingga bisa mendongkrak perekonomian karena akan ada wisatawan yang berkunjung,” tegasnya.

Menurut Walikota HM Anton kehadiran Kampung Wisata 100 Topeng ini mampu meningkatkan sektor pariwisata di Kota Malang, terlebih, kehadirannya juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya warga binaan Desaku Menanti dari Kementerian Sosial.

Pemerintah sudah menyediakan lahan dan tempat, tinggal bagaimana warganya mengubah pola pikir untuk menjadi lebih maju dibandingkan sebelumnya. Image buruk dari kehidupan sebelumnya harus sepenuhnya lepas.

“Bagaimana mereka ini bisa diberdayakan melalui kegiatan- kegiatan yang telah dilakukan. Kita berharap ada satu image kepada masyarakat bahwa desaku menanti layak dikunjungi sebagai Desa Wisata Topeng Malangan, Kemudian, saya berharap bukan berhenti pada simbol ikonik topeng saja. Tapi dilokasi ini juga mampu dikembangkan UMKM sebagai cinderamata dalam pengembangan seni topengan,” ujar Abah Anton.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.