BERBAGI
Warga Sumbersari Rancang Tawangsari Kampoeng Sedjarah (C) SUMBERSARI
Warga Sumbersari Rancang Tawangsari Kampoeng Sedjarah (C) SUMBERSARI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kelurahan Sumbersari dinilai sebagai kawasan heritage alias bersejarah, terutama dalam perkembangan masa-masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Atas dasar hal itu, warga kampung di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu merancang Tawangsari Kampoeng Sedjarah.

Ide awal pembentukan Tawangsari Kampoeng Sedjarah ini muncul dalam rangka ikut serta Lomba Kampung Tematik “Festival Rancang Malang”. Memilih tema Heritage, warga Sumbersari kemudian merancang “Festival Kampoeng Tawangsari”. Acara ini sukses dilaksanakan Jum’at-Minggu, 21-23 Oktober 2016 lalu di Balai RW I, Jalan Sumbersari Gang III Kelurahan Sumbersari. Festival ini ini merupakan kreativitas warga Sumbersari, khususnya RW I yang diupayakan secara swadaya, dari Tawangsari, Oleh Tawangsari dan untuk Tawangsari.

Festival Kampoeng Tawangsari berisikan pasar tradisional bazar, stan pameran, dan pemutaran film sejarah. Ada pula pertunjukan seni dan budaya, seperti kesenian terbang jidor, kesenian pencak silat, kesenian musik keroncong, dan puncaknya ditutup dengan drama pertempuran gerilya oleh pemuda setempat.

Mengenai Tawangsari sendiri, merupakan nama dukuh di Sumbersari sebelum menjadi Lingkungan dan sekarang Kelurahan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pendeklarasian warga Sumbersari sebagai kampung sejarah tak terlalu mengherankan. Pasalnya, kampung ini memiliki sejumlah catatan bernilai sejarah. Hal itu dipertegas oleh Ketua RW 01 Sumbersari, Sentot Supriadi seperti yang dikutip dari laman resmi kelurahan ini. Sentot mengatakan kampungnya memiliki banyak peralatan replika alutsista, karena pemuda di kampung ini tergerak setiap tahunnya berkarya dengan basis sejarah.

Tawangsari dulunya merupakan sebuah perdukuhan di Sumbersari yang mempunyai pertanian yang maju. Alasan inilah yang dikatakan Sentot sebagai alasan pemilihan Tawangsari sebagai posko Sumitro yang merupakan salah seorang tentara pasukan Mayor Hamid Rusdi. Rumah singgah yang dijadikan posko itu berada di Gang III No. 188 yang masih ada hingga kini. Di rumah tersebut dulunya sering diadakan pertemuan antara Mayor Hamid Rusdi dan para pejuang gerilya untuk membahas perebutan kembali Kota Malang dari pendudukan pasukan Belanda pada masa Agresi Militer. Hal itulah yang kemudian menginspirasi warga Sumbersari untuk merancang “Tawangsari Kampoeng Sedjarah”.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.