BERBAGI
Kesenian Reyog Sukorejo yang Mati Suri di Kalipare (C) OKEMMS
Kesenian Reyog Sukorejo yang Mati Suri di Kalipare (C) OKEMMS
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kabupaten Malang memiliki banyak kesenian daerah yang khas, namun sedang mati suri. Seperti salah satunya yang ada di Kecamatan Kalipare. Dahulu, mereka punya kesenian Reyog Sukorejo yang diadopsi dari daerah Ponorogo.

Dusun Sukorejo, Desa Sukowilangan, Kecamatan Kalipare pernah punya grup kesenian reyog pada era tahun ’80-an. Kesenian reyog sendiri sempat menjadi kesenian primadona di Dusun Sukorejo yang disebut pula dengan Rekesan.

Sering terdengar suara kendang bertalu-talu ketika group ini sedang berlatih tiap sekitar pukul 09.00. Mereka memanfaatkan rumah mendiang Kepala Dusun, Bapak Giron sebagai tempat menggelar latihan. Aksi para penari reyog ini menjadi sarana hiburan warga setempat yang biasanya bekerja di kebun atau di sungai menangkap ikan.

Reyog ini merupakan kesenian yang dimainkan oleh enam sampai delapan orang. Kesenian ini cukup unik, karena selain menjadi penari, pemainnya juga sekaligus memainkan musik. Masing-masing pemain berlenggak-lenggok sambil membawa gendang ke manapun bergerak. Mereka mengenakan pakaian yang sangat mencolok, termasuk kacamata hitam yang dipakai masing-masing, kaos kaki panjang hampir mencapai lutut, dan celana ukuran tiga perempat, dilengkapi kain kebaya yang dilipat setengah.

Menurut para sesepuh di dusun tersebut, asal usul kesenian Reyog Sukorejo ini memang dari Ponorogo. Alasannya cukup simpel, karena Bapak Giron yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dusun berasal dari daerah Ponorogo.

Dahulu, grup kesenian Reyog Sukorejo ini sering tampil dalam perayaan HUT RI tiap tanggal 17 Agustus di Desa Sukowilangun. Sayang, kini kesenian tersebut hanya tinggal kenangan saja. Sejak tahun 2012, sudah tak tampak lagi aktivitas latihan di rumah mendiang Bapak Giron.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.