BERBAGI
Rombongan murid TK Akhlak Mulia Kasin ke stasiun kereta api Kota Baru
Rombongan murid TK Akhlak Mulia Kasin ke stasiun kereta api Kota Baru
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Lalu lalang orang pagi itu nampak padat sekali. Tepatnya di stasiun Kota Baru Malang. Banyak dari mereka yang hendak bepergian menggunakan moda transportasi kereta maupun hanya memesan tiket. Termasuk salah satunya ada rombongan TK yang hadir disana. Tujuan mereka ke stasiun bukan untuk bepergian naik kereta. Akan tetapi hanya sebatas pengenalan stasiun kereta api saja.

Rombongan TK yang berjumlah lebih dari 20 anak tersebut berasal dari TK Akhlak Mulia Kasin, kelurahan Kasin, Malang.

Nampak pada hari Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB, para anak didik berbaris rapi memanjang di depan tempat pengisian formulir. Mereka masih mengenakan seragam kombinasi warna biru dan putih. Begitupun dengan para guru yang mengenakan seragam berwarna kuning.

Salah satu dari empat guru tersebut berdiri di samping mereka dengan membawa formulir pendaftaran. Ia menjelaskan bahwa jika ingin bepergian naik kereta, maka harus membeli tiket terlebih dahulu. Untuk membeli tiket, harus mengisi formulir dulu. Setelah itu, pergi ke loket untuk membayar dan mendapat tiket. Lalu, bisa langsung masuk dan menunggu kereta datang.

“Kan ngenalkan kalo mau beli tiket tulis formulir dulu.”, jelas Ifa, salah seorang guru TK Akhlak Mulia Kasin ketika ditanya kegiatan apa yang baru saja ia lakukan.

Mereka memiliki tujuan edukasi disini, tidak hanya sebatas cerita dalam kelas. Sehingga, murid akan tahu lebih banyak dan dapat merasakan suasana stasiun kereta api yang sesungguhnya.

“Untuk pengenalan stasiun, tempatnya kereta. Biasanya tahun kemarin kami bisa masuk. Sekarang ini ketat, ndak boleh masuk.”, imbuhnya.

“Ini tadi rencananya ke alun-alun tugu, balaikota, kantor DPRD, stasiun, trus ke taman Trunojoyo. Untuk pengelilingan kota Malang saja. Mereka juga dikenalkan dengan Macyto (Malang City Tour).”, ungkap wanita berkacamata ini.

Saat ini, yang ada yaitu hanya sebatas pengenalan, tidak untuk pergi jauh. Sebab, para orang tua mereka masih khawatir jika anak-anaknya pergi tanpa pendampingan dari mereka.

“Kalau mau beli sulit, soalnya wali muridnya sudah nunggu di taman Trunojoyo sini.”, jelasnya lagi.

Dari proses pembelajaran tersebut diharapkan mereka mengenal apa-apa saja yang ada di Malang. Meskipun dalam bentuk asupan yang kecil, namun kekontinuitasannya inilah yang akan menambah kekayaan pengetahuan mereka sedikit demi sedikit.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.