BERBAGI
Warga Kasin Sulap Makam Jadi Kampoeng Kramat (C) KAMPUNG WISATA MALANG
Warga Kasin Sulap Makam Jadi Kampoeng Kramat (C) KAMPUNG WISATA MALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di antara kampung-kampung tematik di Kota Malang, mungkin Kampoeng Kramat menjadi satu-satunya yang terdengar menyeramkan di telinga. Kampung wisata anyar di kawasan Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen ini berasal dari kawasan makam yang disulap sedemikian rupa.

Bagi warga setempat, memiliki kampung di tengah-tengah kompleks pemakaman merupakan sesuatu yang cukup seram di mata orang luar. Hal itulah yang akhirnya melatarbelakangi mereka untuk mengubah kesan seram wilayah RW 03 yang mereka tempati menjadi Kampoeng Kramat.

Kampoeng Kramat ini mengusung konsep kampung wisata edukasi dan religi. Kasin yang lebih dahulu terkenal dengan industri berbahan ban dan manik-manik, mencoba mengkolaborasikan dua industri tersebut dengan imej wisata religi. Di kawasan tersebut terdapat area pemakaman yang cukup luas. Terdapat pula makam Habib Abdul Qodir bin Faqih, yang merupakan salah satu pendiri Pondok Pesantren Daarul Hadits, Kota Malang.

Sekertaris RW 03 Kasin, Abdul Ashari menjelaskan bahwa rencananya di area kampungnya akan dibangun seribu tangga unik untuk menghiasi kompleks pemakaman tersebut. Tangga unik itu letaknya dibuat lebih rendah dari tanah makam. Menariknya, tangga tersebut dihiasi mural yang bercerita tentang kehidupan. Ashari menyebutnya sebagai ‘tangga kehidupan’ lantaran berlukiskan mural bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua hingga meninggal.

Sebagai tambahan, di kawasan kampung tersebut juga akan dibangun gazebo untuk tempat memancing ikan, karena kebetulan kampung tersebut dilewati oleh sungai. Sebagai kawasan ramah anak, akan dibangun pula playground di area ini dengan spot kreasi ban. Terlebih, ban merupakan sumber mata pencaharian utama sejumlah penduduk Kelurahan Kasin. Untuk menonjolkannya, di zona kampung ban RT 08 akan dibuat dinding ban warna-warni.

Menarinya lagi, di sebelah selatan makam, tepatnya di belakang rumah sang juru kunci, akan dibangun Museum Kehidupan. Sebuah zona selfie dengan sign letter berukuran besar bertuliskan Kampoeng Kramat dalam aksara Jawa akan dipasang untuk memperkuat selasar.

Selain itu, warga Kasin juga sepakat menyewakan rumah-rumah mereka untuk bisa digunakan sebagai tempat bermalam bagi para peziarah makam Habib Abdul Qodir. Kebanyakan dari mereka datang ketika Haul.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.