BERBAGI
Prof. Sutiman Bambang Sumitro MS., D.Sc.
Prof. Sutiman Bambang Sumitro MS., D.Sc. | Foto parapenemuindonesia.blogspot.co.id
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Rokok memang masih menjadi kontroversi di masyarakat. Baik itu terkait mengenai penyakit yang akan menyerang si perokok sendiri maupun yang menyerang perokok pasif. Nah, salah satu cara untuk mengurangi dampak tersebut yaitu dengan divine cigarette karya Prof. Sutiman Bambang Sumitro MS., D.Sc., guru besar Biologi Universitas Brawijaya (UB).

Pria yang menempuh S3 di Nagoya University, Jepang ini menyatakan bahwa ia bukanlah seorang perokok. Meskipun begitu, bukan berarti ia menutup mata akan keadaan sekitar yang telah mencap buruk rokok. Sebab, dalam ilmu pengetahuan memang harus berlandaskan obyektivitas bukan subjektivitas.

Divine cigarette adalah sebuah filter pada rokok. Pada dasarnya, divine cigarette ini dibuat untuk menghilangkan radikal bebas dari asap rokok. Cara menghilangkannya yaitu dengan memodifikasi molekul makro yang terkandung dalam asap rokok dengan teknologi mikro bahkan nano.

Keuntungannya yaitu, penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menggantikan filter asli yang sudah menempel pada rokok dengan divine cigarette yang memiliki diameter ± 7 mm dengan panjang 2 cm ini, saat dihisap pun rokok terasa lebih ringan, bau dan asap yang keluar dari rokok pun dapat diminimalisir.

Asap rokok memang menjadi perhatian disini sebab asap rokok berasal dari pembakaran tidak sempurna. Dari pembakaran yang tak sempurna tersebut, akan dihasilkan ribuan zat berbahaya. Zat-zat tersebut diantaranya adalah seperti aseton, toluidin, metanol, polonium, arsen, dan toluene.

Asal muasal pembuatan divine cigarette oleh pria kelahiran Yogyakarta, 11 Maret 1954 ini yaitu karena rokok yang sudah menjadi industri besar. Yang mana didalamnya banyak unsur yang terlibat dalam produksi, misalnya pekerja dan ekonomi. Jika rokok digembar-gemborkan mengenai dampak buruk penyakit yang ditimbulkannya, maka dikhawatirkan masyarakat banyak menentang dan akan menurunkan konsumsi rokok di pasaran.

Sehingga, perlu ada penyetabil dampak yang diakibatkan dari rokok tersebut. Dimana rokok telah ada sejak dulu bukan merupakan tanpa pertimbangan oleh nenek moyang kita.  Dulu, rokok kretek digunakan untuk obat batuk. Namun, hal belum terlalu diperhatikan sehingga informasi mengenai penyakit yang muncul lebih menyebar luas.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.