BERBAGI
kampung ekologi Batu Into Green
kampung ekologi Batu Into Green | Foto Instagram @batuintogreen
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kampung-kampung tematik di Malang ternyata memberi pengaruh positif kepada daerah-daerah lain. Contohnya adalah kampung Glintung Go Green yang menginspirasi Kampung Ekologi Batu Into Green (BIG) di kota Batu. Tepatnya, kampung ekologi ini berlokasi di RW 6, kelurahan Temas, kota Batu.

Pada awalnya, perwujudan kampung ini adalah dari inisiasi lurah setempat. Yang pada keberlanjutannya dieksekusi oleh karang taruna dan warga. Untuk memberi pemahaman kepada warga mengenai konsep kampung yang akan dibuat, warga melakukan studi banding ke kampung Glintung Go Green.

Di RW 6 sendiri, ada beberapa lokasi di pemukiman warga yang kesemuanya memiliki nama dan ciri khas tersendiri. Lokasi tersebut adalah gang TPQ, BIG Wall, gang punden, pertanian organik, bank sampah, gang bahagia, gang cinta, dan keday kado.

Tujuannya diciptakan kampung yang diresmikan oleh Eddy Rumpoko, Walikota Batu periode (2007-2012, 2012-2017) ini yaitu untuk mendapatkan kesan asri dan sejuk. Kesan ini timbul dengan adanya tanaman-tanaman serta bunga hias berwarna-warni di samping-samping tembok rumah warga.

Beberapa bunga hias yang ada yaitu anyelir, petunia merah, azalea, dll. Beberapa bunga tersebut ada yang ditanam secara menggantung, baik di tembok maupun penghubung ujung tembok bagian atas. Sehingga, di salah satu gang, yaitu di Jl. Pattimura Gg 5 dijuluki lorong cinta. Sebab, sepanjang lorong perumahan tersebut dipenuhi oleh bunga petunia pink. Yang mana warna pink diidentikkan dengan cinta kasih.

Jalan di kampung ini juga tidak dipaving maupun diaspal, melainkan diberi batu alam,kobalt. Pemberian batu alam ini dimaksudkan supaya jalan lebih awet. Juga ada icon tulisan BIG (Batu Into Green) dan BESUL (Bersih Elok Subur Unik Lestari) yang terbuat dari tanaman yang dibentuk berupa huruf yang tertempel pada tembok.

Ada juga program-program rutin yang dilakukan setiap bulannya, yaitu pada minggu keempat. Program-program tersebut antara lain yaitu bank sampah. Bank sampah ini menerima beberapa macam jenis barang yang sudah tak terpakai lagi. Diantaranya adalah besi, botol atau kemasan air minum, plastik pembungkus makanan, dll.

hasil karya dari program outing class
Kampung Ekologi Batu Into Green – Hasil karya dari program outing class | Foto Instagram @batuintogreen

Selain itu juga ada pembuatan kerajinan dari botol bekas, lelang barang, KRHJ (Kreativitas Rutin Hari Jumat), dll. Terkadang juga diselenggarakan Bazar Sehat.

Untuk mewujudkan kampung ekologi yang terus terintegrasi dengan pelestarian lingkungan tentunya ada sejumlah biaya yang dikeluarkan. Untuk mengatasinya, warga tetap menjadi penyokong utama terpenuhinya kebutuhan dana.

Sampai saat ini, gaung akan kampung yang diresmikan pada 29 Januari 2017 ini sudah terdengar ke berbagai daerah. Salah satunya yaitu karena konsepnya yang menarik untuk nanti bisa diaplikasikan juga di daerah lain. Sehingga, warga yang datang kesini tidak hanya berfoto tapi juga sharing ide dan permasalahan.

Salah satunya seperti yang dituangkan dalam bentuk penyelenggaraan outing class, fieldtrip, juga untuk diklat dan upgrading. Outing Class yang ada di Kampung Ekologi Batu Into Green ini ditujukan untuk anak-anak TK. Rangkaian kegiatan outing class yang ditawarkan yaitu materi pengenalan sampah, menonton video interaktif, games pemilahan sampah, membuat kerajinan daur ulang, dan menanam sayuran di lahan organik.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.