BERBAGI
Kenangan Tentang Kafe Laphilank di Veteran Dalam
Kenangan Tentang Kafe Laphilank di Veteran Dalam
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Nama Kafe Laphilank tentu sudah akrab di telinga para alumni SMA Negeri 8 Malang atau SMK Negeri 2 Malang. Terutama mereka yang menuntut ilmu di kedua sekolah yang bertetangga tersebut pada tahun 2000-an.

Kafe Laphilank bisa dibilang berada di antara SMA Negeri 8 dan SMK Negeri 2. Di antara kedua sekolah memang terdapat sebuah gang sempit yang kurang lebih lebarnya dua meteran. Gang itu bernama Veteran Dalam yang tepat berada di sisi barat tembok pagar SMA Negeri 8 dan sebelah timur tembok pagar SMK Negeri 2. Gang tersebut menghubungkan Jalan Veteran dengan kampus II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Jalan Bendungan Sutami Gang I yang bisa tembus ke kampus Universitas Negeri Malang (UM). Maka tak heran, gang ini didominasi rumah kost bagi para mahasiswa luar Kota Malang.

Di antara rumah kost yang menjamur itu, pada tahun 2000-an terdapat sebuah kafe bernama Laphilank. Seingat penulis, kafe kecil itu berdiri di dekat pojokan belokan sempit pertama Gang Veteran Dalam di sisi barat. Karena jalannya yang sempit, ketika itu, sepeda motor harus dituntun dengan mesin yang dimatikan ketika ingin makan di kafe tersebut. Lahan parkir pun sangat minim, sehingga sepeda motor hanya diletakkan begitu saja di tepian gang sempit.

Tapi, dulu penulis jarang sekali ke kafe ini dengan membawa motor. Ya, penulis yang kala itu notabene adalah siswa SMA Negeri 8 hanya perlu bobol jalan belakang sekolah, melewati sekolah tetangga, SMP Negeri 4 yang letaknya di belakang, lalu sampailah ke gang sempit di muka Kafe Laphilank. Kafe ini memang jadi jujugan bagi sebagian besar warga SMA Negeri 8. Buat apalagi kalau bukan buat tempat bolos sekolah. Tapi jujur, penulis sendiri ke kafe ini seringnya sepulang sekolah, setelah jam olahraga atau ketika jam kosong.

Soal menu, yang paling diingat adalah nasi gorengnya. Ketika memesan menu ini, Anda akan ditanyai, nasi gorengnya polos, pakai sosis, telur, atau topping lainnya, yang tentu akan menentukan harga nasi goren itu sendiri. Selain nasgor, ada menu nasi campur biasa, kare ayam, soto, dan lain-lain. Tapi, tergantung ibu si pemilik kafe hari ini masak menu tersebut atau tidak. Jadi intinya, menu yang paling mudah diorder adalah nasgor yang selalu ada setiap harinya.

Untuk minumannya sendiri yang paling berkesan tentu minuman mix alias campur-campur. Kala itu, selain Nutrisari, ada Marimas dengan berbagai rasa pilihan yang lagi hits. Sebelum Jasjus mempopulerkan rasa mix Oranggo (Orange Mango), penulis dan kawan-kawan lebih dulu menciptakan minuman mixnya sendiri. Caranya, satu geng cukup memesan satu minuman Marimas dengan rasa yang berbeda-beda. Ketika minuman masing-masing itu tinggal sedikit, sisa dalam gelas kemudian dicampur dalam satu gelas. Maka, jadilah minuman mix dengan rasa aneh yang harus dihabiskan oleh anak yang biasanya kalah taruhan atau kalah main kartu.

Satu yang tak bisa dilupakan penulis tentang Kafe Laphilank ini adalah dindingnya yang penuh dengan tanda tangan. Dindingnya memang sengaja dipakan media coret-coret bagi mereka yang pernah berkunjung ke kafe tersebut. Tapi, spidolnya bawa sendiri, karena belum tentu pemilik kafe menyediakannya. Selain tanda tangan, di tembok kafe itu pengunjung bisa membubuhkan pesan-pesan singkat atau salam-salam untuk seseorang yang dikaguminya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.