BERBAGI
Situs Watu Gajah di Singosari | Foto: MalangTimes
Situs Watu Gajah di Singosari | Foto: MalangTimes
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pembangunan tol Malang-Pandaan yang mulai dikerjakan pada tahun 2017 terhenti sejenak di kawasan Singosari. Penyebabnya bukan karena tanah belum dibebaskan, namun karena ada situs yang dikeramatkan oleh warga sekitar yang bernama Watu Gajah.

Seperti yang dikutip dari Malang Times, dikatakan jika situs yang terletak di Banjararum Singosari itu merupakan tempat yang cukup dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Meski asal usulnya tidak jelas tentang kapan mulai ada dan siapa yang membuat, namun seringkali ada warga yang datang ke sana dengan membawa bunga untuk sesajen.

Tidak ada pekerja yang berani membongkar situs Watu Gajah tersebut karena dikabarkan juga memiliki aura mistis. Batu yang punya ukuran sebesar rumah tersebut posisinya sudah sedikit tertimbun, namun nyatanya pekerja juga tidak berani menimbunnya.

Pada situs Watu Gajah di Singosari, terdapat tiga buah jejak kaki, yaitu, kaki gajah, kaki kuda, dan kaki anak-anak. Hanya saja jejak kaki tersebut terlihat cukup samar karena memang situs tersebut sudah cukup lama berdiri.

Pembangunan itu akan dilanjutkan jika sudah ada intruksi penanganannya, karena itu para pekerja membentuk pagar melingkar di area tersebut agar bisa melanjutkan pembangunan di bagian lain.

Tol Malang-Pandaan | Foto: gebyak.wordpress.com
Tol Malang-Pandaan | Foto: gebyak.wordpress.com

Sementara itu, Tol Malang-Pandaan dibuat untuk memecah arus kemacetan yang biasa hadir saat perjalanan dari atau menuju Malang. Kemacetan biasanya terjadi di ruas arteri Pandaan ataupun di kawasan Lawang. Tol ini punya panjang 38 kilometer dengan pengerjaannya dibagi menjadi tiga bagian. Pasuruan 16 km, Kabupaten Malang 21 km, dan Kota Malang 1 kilometer.

Tol Malang-Pandaan adalah kelanjutan dari Tol Pandaan-Gembol yang sudah diresmikan sejak tahun 2015 lalu. Kehadiran tol ini akan membuat perjalanan dari Malang menuju ke Surabaya akan melewati tol dan diperkirakan akan memotong waktu singkat.

Sebelumnya pembangunan tol ini juga terhambat dengan lamanya proses pengalihan lahan. Salah satunya adalah lahan yang melewati 14 Desa di Lawang. Pada saat itu, Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang harganya Rp21.000 hingga Rp25.000 melonjak menjadi Rp500.000 hingga Rp1 juta. Namun sepertinya pendekatan yang dilakukan oleh Pemkab Malang cukup berhasil karena kini pengerjaan tol sudah sampai Singosari.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.