BERBAGI
Giant Anteater di Batu Screet Zoo | Foto: Istimewa
Giant Anteater di Batu Screet Zoo | Foto: Istimewa
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ada koleksi baru yang dipunyai oleh Wisata Screet Zoo Jatim Park Batu. Demi menyambut liburan sekolah, mereka mendatangkan satwa langka yaitu Trenggiling raksasa atau Giant Anteater dari Singapore Zoo pada Desember 2016.

Satwa yang punya mulut panjang tersebut bisa dikatakan masuk kategori langka karena termasuk satwa yang dilindungi. Populasinya di dunia sudah semakin langka bahkan bisa dikatakan sudah hampir punah.

Sama seperti trenggiling lokal Indonesia, Giant Anteater juga memakan semut, nyamut, dan berbagai macam serangga yang ada di dalam tanah. Keadaan yang bakal mudah dan tidak menyulitkan bagi pengelola Screet Zoo.

Saat datang ke Batu, kondisi satwa yang berusia lima tahun ini sangat sehat, bulunya cukup lebat dan bentuknya mirip kepada musang dengan berat mencapai 40 kilogram, panjang 1,8 meter dan tinggi 40 centimeter.

Giant Anteater makan semut dan serangga | Foto: Istimewat
Giant Anteater makan semut dan serangga | Foto: Istimewa

Meski sehat, satwa yang dinamakan Carlito ini sempat stres karena tidak terbiasa berinteraksi dengan manusia dengan jumlah yang banyak. Kemudian setelah dilakukan trik khusus dan karantina, satwa tersebut sudah terbiasa dengan menusia.

Carlito punya nafsu makan yang besar, Batu Screet Zoo tidak hanya menyediakan semut dan serangga yang masih hidup atau sudah berupa ransum. Namun juga makan telur rebus agar dia punya ketahanan tubuh karena memang masih adaptasi dengan Indonesia, utamanya dengan Kota Batu yang dingin.

“Hewan ini masih menjalani penyesuaian dengan tempat yang baru, dia sepertinya juga bingung dengan banyak orang yang melihatnya. Mungkin dalam beberapa minggu adaptasinya akan selesai dan dia sudah tidak stres lagi. Untuk lingkungan sepertinya sudah cocok karena dia terbiasa hidup pada suhu sejuk yakni sekitar 21 derajat celsius, bahkan kalau panas bisa mengalami dehidrasi,” terang dokter di Batu Screet Zoo, Prista Dwi.

Giant Anteater dan papan peringatan | Foto: Istimewa
Giant Anteater dan papan peringatan | Foto: Istimewa

Satwa yang kalau makan menjulurkan lidahnya untuk mengambil makanan ini konon hanya terdapat tiga saja di Kebun Binatang Asia. Selain di Batu juga ada di Singapore Zoo dan Thailand Zoo.

Prista menyatakan jika dalam kondiri normal, satwa ini bisa hidup selama 15 tahun di alam liar yang menjadi habitatnya. Namun, jika di kawasan konservasi bisa lebih lama.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.