BERBAGI
Sosok inspiratif, Ade d'Kross alias Ade Herawanto ketika menghadiri acara Aremania. (Foto: Ade Herawanto)
Sosok inspiratif, Ade d'Kross alias Ade Herawanto ketika menghadiri acara Aremania. (Foto: Ade Herawanto)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Nama Ade d’Kross cukup populer di kalangan Aremania. Tak hanya sebagai tokoh yang dituakan di kelompok suporter Arema FC tersebut, dirinya juga menjadi sosok inspiratif di Kota Malang.

Bapak dua orang anak ini bernama lengkap Ade Herawanto. Dia adalah pembina komunitas d’Kross dan juga salah satu personil band d’Kross. Selain aktif di berbagai kegiatan seputar suporter sepak bola, dia juga merupakan promotor tinju di Kota Malang.

Debutnya sebagai seorang promotor tinju dimulai sejak Agustus 2002 silam. Kala itu, ada sebuah acara di Lapangan Rampal yang menampilkan pertandingan tinju. Namun tidak seperti sepak bola, popularitas olahraga tinju di Malang kian menurun, sehingga saat itu sepi pendukung.

Berawal dari rasa mirisnya terhadap kondisi tinju di Malang, Ade pun memiliki mimpi. Pria yang menjabat sebagai Kepala Dispenda Malang itu berangan-angan untuk menjadikan Malang sebagai kota yang melahirkan petinju-petinju kelas dunia, sehingga mampu mendongrak kembali popularitas olahraga tersebut di Kota Bunga.

Keinginannya tersebut bukan ucapan tanpa bukti. Ade pun bergabung dalam manajemen Gajayana Boxing Camp (BC). Sebagai langkah awal, dia mulai merintis karier sebagai Co-Promotor.

Pada 2008, pria peraih gelar Master di jurusan Teknik Universitas Gadjah Mada itu berhasil mendirikan sasana tinju sendiri. Seperti nama komunitas dan band yang dinaunginya juga, d’Kross Boxing Camp (BC) dipilih karena dirasa cocok. Beberapa nama petinju kelas dunia pun dibina di sasana miliknya seperti Hero Tito dan Rivo Rengkung.

Belum cukup sampai di situ, keseriusannya menjadi promotor tinju memang diakui di kancah nasional. Ade sukses meraih beberapa lisensi promotor. Lisensi tersebut antara lain: lisensi promotor nasional versi Komisi Tinju Indonesia (KTI), lisensi nasional dari Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), dan lisensi dari Federasi Tinju Indonesia (FTI).

Beberapa prestasi dan penghargaan mampu didapat pria kelahiran Celaket itu. Atas dedikasi dan dukungannya dalam membina olahraga tinju di Indonesia, Ade menerima penghargaan bergengsi dari ATI yang diberikan sebagai pengakuan dan penghormatan kepada insan tinju profesional. Dia juga dipercaya menjadi Ketua KTPI Malang Raya dan Ketua FTI Jawa Timur. Prestasi yang diperoleh keyboardist d’Kross ini menjadikannya¬† sebagai promotor olahraga tinju yang diperhitungkan.

Harapan suami dari Rr. Andayun Sri Apriana saat ini adalah adanya regenerasi yang peduli terhadap olahraga tinju, khususnya di Malang. Menurutnya, Malang adalah wadah lahirnya atlet-atlet profesional, sangat disayangkan jika tidak ada sosok yang mau membidani kelahiran atlet tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.