BERBAGI
kue lekok kromengan khas Malang
kue lekok kromengan khas Malang | Foto Arifin Joyosingo
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pernah mendengar nama kue lekok? mungkin beberapa dari anda yang tinggal di daerah Kromengan, kabupaten Malang sudah tidak asing lagi dengan kue ini. Yang mana kue ini diketahui sudah mulai dibuat sejak tahun 1950an.

Rupa dari jajanan tradisional ini yaitu tiga lingkaran berwarna putih yang saling terkait. Jika dilihat dari rupanya, agak sulit untuk membedakan dengan kue geblek yang ada di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebab, rupa kuenya yang mirip dan penjualan yang lebih luas daripada kue lekok di Malang. Kemiripan kue geblek dan kue lekok ini diungkinkan karena dulunya penduduk Malang mayoritas dari daerah jawa Tengah.

Selain kue geblek, kue lekok juga sering disangka cireng. Akan tetapi keduanya adalah jajanan yang berbeda.

Perbedaan ini ada pada komposisi jajanan tersebut. Dimana kue ini terbuat dari singkong dan tepung terigu. Sedangkan kue geblek dari tepung dan parutan kelapa. Serta cireng yang terbuat dari tepung tapioka.

Meskipun ini jarang ditemui di Malang raya, kue lekok tetap lestari di daerah asalnya, desa Karangrejo, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. Beberapa masyarakat tetap memproduksi jajanan tradisional ini.

Berikut resep membuat kue lekok jika ingin membuatnya sendiri di rumah. Untuk bahan-bahan yang harus disiapkan meliputi singkong, tepung terigu, garam, bawang putih, ketumbar, dan air.

Langkah-langkah membuatnya yaitu mencampur semua bumbu dengan cara digiling atau diulek. Sembari menyiapkan bumbu, rebus air secukupnya untuk nanti dicampurkan dengan singkong dan tepung terigu.

Dalam menambahkan air ke adonan, baiknya dilakukan sedikit demi sedikit agar nanti adonan tidak terlalu lembek. Lalu, adonan dibentuk bulatan dengan ukuran lebih kecil. Selanjutnya, adonan yang bulat tersebut dimasukkan ke dalam air mendidih selama ┬▒ 3 menit.

Setelah itu, angkat adonan dan letakkan diatas nampan. Potong-potong adonan menggunakan pisau. Lalu uleni lagi adonan tersebut hingga kalis.

Jika sudah kalis, ambil beberapa bagian adonan untuk digelintir memanjang. Lalu bentuk lingkaran dari adonan yang sudah digelintir memanjang tersebut. Ukuran lingkarannya pun sesuai selera. Sehingga, satu adonan panjang tersebut bisa menjadi beberapa lingkaran.

Ambil tiga lingkaran saja lalu satukan ketiganya dengan cara memencet bagian yang tumpang tindih. Sehingga membentuk seperti pada gambar. Terakhir, goreng adonan dan tiriskan untuk selanjutnya siap disajikan.

Para penikmat kue lekok ini menyatakan bahwa kue lekok ini makin terasa nikmat jika dicocol dengan saus kacang. Keadaan kue yang masih hangat juga menjadi incaran. Sebab, jika sudah mendingin, kue ini akan terasa lebih keras.

Demikianlah kue lekok, kue tradisional dari Malang yang seharusnya dikenal oleh seluruh warga Malang raya.

sumber : asli malang, camilan lekok

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.