BERBAGI
Patung yang merupakan kiasan dari wajah Ken Arok.
Patung yang merupakan kiasan dari wajah Ken Arok.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ken Arok yang merupakan pendiri kerajaan Singasari menarik untuk ditelisik mengenai silsilah keluarganya. Salah satunya yaitu ayah Ken Arok. Ada beberapa versi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai ini.

Salah satunya yaitu yang menyatakan bahwa ayah Ken Arok adalah seorang dari kalangan Brahma. Kalangan brahma merupakan salah satu kasta yang ada dalam sistem catur warna. Sistem catur warna tersebut meliputi brahma, ksatria, waisya, sudra.

Boechori, salah satu ahli epigrafi menyatakan bahwa Ken Arok merupakan anak dari Ken Endok dan Tunggul Ametung. Tunggul Ametung saat itu merupakan akuwu (setara camat) dari daerah Tumapel. Tumapel sendiri merupakan daerah dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri.

Dalam penjelasannya, dinyatakan bahwa Tunggul Ametung dan Ken Endok melakukan perbuatan yang tak pantas. Ditelisik bahwa seorang dari kalangan brahma yang dimaksud dalam kitab Pararaton yaitu Tunggul Ametung.

Ada alasan-alasan yang memperkuat bahwa pelakunya adalah Tunggul Ametung. Yang pertama yaitu pelaku tidak dikenai sanksi hukum. Hal ini terkait dengan jabatan Tunggul Ametung yang mempunyai kekuasaan di Tumapel.

Bahkan dengan kekuasaan tersebut, ia bisa merebut wanita manapun yang ia sukai. Padahal hukum yang berlaku saat itu adalah sang pelaku dijatuhi hukuman mati. Bahkan suami wanita yang diperlakukan tidak senonoh memiliki hak untuk membunuh sang pelaku.

Ken Arok yang atas bantuan Lohgawe, seorang brahmana dari India, ia dapat mengabdi pada Tunggul Ametung. Hal ini nampak dari sistem caturwarna yang dianut saat itu. Dimana akan sulit bagi kasta sudra dan waisya untuk bisa mendapat dukungan kasta brahma.

Apalagi sebelumnya Ken Arok senang membuat ulah di daerah Tumapel. Kemudian, Ken Arok tertarik pada kecantikan Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Apalagi menurut Lohgawe menyatakan bahwa Ken Dedes akan melahirkan anak-anak yang akan menjadi raja di tanah Jawa.

Untuk mendapatkan Ken Dedes, Ken Arok terlebih membunuh Tunggul Ametung. Alasan Ken Arok membunuh Tunggul Ametung selain Ken Dedes yaitu hak warisnya.

Ken Arok membunuh Tunggul Ametung menggunakan keris yang ia pesan pada Mpu Gandring. Dimana dalam pembuatan keris tersebut, sang Mpu dapat menyelesaikan selama satu tahun. Akan tetapi, Ken Arok sudah tidak sabar menggunakannya. Sehingga ia mengambil keris pesanannya dalam waktu 5 bulan. Ken Arok pun merebut keris yang belum sempurna tersebut dengan cara menusukkannya pada Mpu Gandring.

Setelah Tunggul Ametung mati terbunuh, Ken Arok pun berhasil menguasai Tumapel dan memperistri Ken Dedes. Saat itu, Ken Dedes sedang hamil anak dari Tunggul Ametung.

sumber : kompasiana, historia

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.