BERBAGI
Patung Jenderal Sudirman di Museum Brawijaya | Foto: zadinda.wordpress.com
Patung Jenderal Sudirman di Museum Brawijaya | Foto: zadinda.wordpress.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Malang punya keunikan yang mungkin tidak terdapat di kota lain dalam menghormati Jenderal Sudirman. Sebab, jika di kota lain hanya terdapat satu patung saja maka di kota yang berhawa dingin ini ada dua buah patung sang jenderal, di Museum Brawijaya dan bundaran SMPN 5.

Patung Jenderal Sudirman yang ada di Museum Brawijaya dibuat setengah badan dengan kondisi menghadap ke depan, sementara di bagian bawah ada data pribadi dari sang Jenderal, kondisi ini terlihat seperti sedang menyapa siapa saja yang ingin berkunjung ke museum.

Pada museum Brawijaya, banyak sekali koleksi foto yang menceritakan perjuangannya, dari sambutan masyarakat di Manggarai Jakarta hingga foto sambutan masyarakat Jogjakarta ketika mengantarkan beliau beristirahat dengan tenang kehadapan Ilahi.

Tekanan dari Belanda saat Indonesia sudah merdeka membuat jenderal punya segudang cara untuk membangkitkan moral pasukannya. Dari perang Ambarawa hingga perang pada agresi militer. Simak pesan-pesannya yang terpampang di museum.

Bahwa kemerdekaan sesuatu negara yang didirikan di atas timbunan/reruntuhan ribuan korban jiwa, harta benda dari rakyat, dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga – Jenderal Soedirman.

Jangan bimbang menghadapi macam-macam penderitaan, karena makin dekat cita-cita kita tercapai, makin berat penderitaan yang harus kita alami – Jenderal Soedirman.

Korban sudah cukup banyak, prajurit sudah banyak yang gugur. Pantang mundur, teruskan perjuangan. Revolusi kita belum selesai – Jenderal Soedirman.

Salah satu pesan Jenderal Sudirman di Museum | Foto: Kompasiana/Teguh Hariawan
Salah satu pesan Jenderal Sudirman di Museum | Foto: Kompasiana/Teguh Hariawan

Patung kedua Jenderal Sudirman ada di bundaran SMPN 5 Mota Malang, atau jika dari arah Rampal, Anda bisa berjalan ke arah utara terus hingga bundaran.

Patung ini dibuat dengan kondisi menaiki kuda di sebuah tugu yang berbentuk persegi panjang. Tugu itu dibagi menjadi dua bagian, bagian atas diberi lapisan keramik dengan warna putih, sementara di bagian bawah ada ukiran relief yang menceritakan perang kemerdekaan Republik Indonesia melawan Belanda.

Dari pose kuda, patung kuda Jenderal Sudirman dalam posisi kuda santai, artinya beliau meninggal dengan kondisi sakit saat perang. Patung kuda memang ada arti khusus pada posenya. Selain kuda santai, jika patung kuda berpose dengan dua kaki depan terangkat di atas, berarti si penunggang kuda tersebut meninggal dalam sebuah peperangan. Sedangkan kalau pose kuda itu hanya mengangkat satu kaki, berarti si penunggang meninggal karena luka akibat peperangan.

Patung kuda Jenderal Sudirman di bundaran SMPN 5
Patung kuda Jenderal Sudirman di bundaran SMPN 5

Keberadaan dua patung jenderal Sudirman di Malang memang untuk menghormati sang pahlawan. Karena pada waktu itu dengan keadaan sakit beliau tetap semangat memimpin perang gerilya. Sang jenderal rela berpindah-pindah tempat dengan menahan sakit. Suatu penampilan sifat pejuang, pemimpin dan pahlawan yang mengabadikan diri sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara sehingga beliau disebut sebagai Bapak TNI.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.