BERBAGI
Grebek Air Tirto Aji di Wendit Malang | Foto: Surabaya Post
Grebeg Air Tirto Aji di Wendit Malang | Foto: Surabaya Post
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Tidak semua kegiatan yang melibatkan Suku Tengger digelar di sekitar Gunung Bromo. Salah satu yang tidak adalah Grebeg Air Tirto Aji yang dilakukan di Pemandian Wendit Mangliawan, Pakis, Malang.

Kegiatan ini sudah digelar di wilayah Kabupaten Malang sejak tahun 2013 dan biasanya dihadiri oleh perwakilan masyarakat Tengger dari empat wilayah yaitu Malang, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo. Hanya saja sejak tahun kemarin acara ini hanya dilakukan oleh Suku Tengger yang berasal dari Malang.

Sedangkan dari jajaran Muspida Malang, turut hadir Bupati Malang Rendra Kresna, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Abdul Malik dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Aryha Wedhantara. Dalam sambutannya, Rendra Kresna menyatakan jika acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Malang.

“Acara ini sangat bagus karena untuk menjaga kelestarian budaya Tengger, acara yang sudah rutin dilakukan ini akan berdampak baik kepada sektor pariwisata Malang. Saya sudah memberikan perintah agar dinas pariwisata membuat dukungan dari kegiatan ini sehingga tidak hanya alam dan kuliner saja yang ada di Malang tetapi juga budayanya yang terus dijaga,” tegas Rendra.

Grebeg Air Tirto Aji adalah upacara adat Suku Tengger berupa pengambilan air suci dari sumbar mata air yang disebut Sendang Widodaren Mbah Kabul dan Mbah Gimbal yang ada di sana. Sumber ini dianggap sebagai simboh keberkahan yang memberikan kesejahteraan. Upacara ini adalah wujud terima kasih atas karunia Tuhan atas air yang meliimpah.

Masyarakat dari tujuh Desa di kecamatan Poncokusumo sudah sejak pagi menyemut di kawasan Wisata Wendit. Mereka mengenakan pakaian adat dengan warna hitam dan batik. Sesuai keyakinan dan pemahaman Suku Tengger, kegiatan ini juga digunakan untuk penyembuhan, penanggulangan hama, terbebas dari bala, hingga penubur tanaman.

Acara ini dimulai dengan pemakaian selendang kepada pemangku adat yakni Bupati Malang, Rendra Kresna. Selanjutnya, Rendra bersama sesepuh Suku Tengger bersama masyarakatnya membawa sesaji berjalan menuju ke Sendang Widodaren, Wendit. Dari sana, air diambil dari sumber dan dimasukkan ke tempat air.

“Upacara ini adalah kegiatan turun temurun sebagai ungkapan terimakasih kepada Tuhan dari masyarakat Suku Tengger, air dari Taman Wisata Wendirit merupakan sumber air yang membawa berkah dan manfaat untuk bercocok tanam,” tegas, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dsibudpar) Kabupaten Malang Made Arya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.