BERBAGI
Sebuah pemandangan dalam Pertempuran Banjar Pamotan (C) REENACTOR MALANG
Sebuah pemandangan dalam Pertempuran Banjar Pamotan (C) REENACTOR MALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kemenangan demi kemenangan telah dibukukan Pasukan Gerilya Istimewa (PGI) dalam perjalanan karier militer mereka saat ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan RI. Salah satunya kemenangan mereka di Pertempuran Banjar Pamotan, Dampit.

Mulanya, PGI mendapat kabar dari informan bahwa pasukan Belanda berhasil mewujudkan target mereka untuk menduduki Kecamatan Dampit. Rencananya, penjajah bakal menjadikan Dampit sebagai pangkalan pertahanan militer wilayah timur.

Sebagian pasukan Belanda yang dikabarkan telah menguasai Dampit itu pun bergerak menuju ke arah Ngelak dan Amadanom. PGI yang didominasi tentara berdarah Jepang yang bergabung dengan tentara pribumi langsung menaiki Gunung Pandanasri. Saat sebagian pasukan Belanda telah memasuki ujung Kampung Banjar Pamotan di Dusun Wonokoyo, Pasukan Gerilya Istimewa segera menempati benteng yang telah dibuat sebelumnya.

Dari penyelidikan diketahui bahwa pasukan musuh terdiri dari dua setengah seksi menuju sisi dua jalan. Maksud mereka adalah untuk mengurung pasukan gerilya. Ada pula pasukan musuh yang memancing pasukan gerilya. Tetapi pasukan gerilya tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan dengan pertimbangan bahwa kedudukan mereka harus dirahasiakan dan persediaan amunisi yang terbatas.

Pertempuran di Wonokoyo itu terjadi pada pukul 08.00 WIB. PGI terpaksa menghentikan serangan setelah berlangsung selama kurang lebih 3 jam, karena jumlah amunisi yang terbatas. Mereka juga ingin melihat bagaimana reaksi musuh. Benar saja, pasukan Belanda kemudian melakukan tembakan secara membabi-buta ke segala arah. Tak beberapa lam, mereka menghentikan tembakan karena mengira PGI telah bergerak mundur meninggalkan medan laga.

Keesokan harinya, Belanda yang berniat melakukan serangan balik mendatangkan bala bantuan. Bahkan, mereka mengerahkan pasukan udara untuk memburu dan memusnahkan sarang PGI. Namun, niat tersebut sudah terbaca oleh PGI, sehingga Belanda tak menemukan siapa pun di tempat yang mereka duga menjadi sarang pejuang. Pasalnya, PGI sudah keluar meninggalkan sarang kembali ke basis pertahanan mereka.

Dalam Pertempuran Banjar Pamotan ini, jumlah korban terbanyak jatuh di pihak Belanda. Tak kurang dari 32 orang tentara mereka tewas, termasuk komandan perang mereka. Selain itu, korban luka-luka pun mencapai 30 orang. Tewasnya sang komandan inilah yang disinyalir mengakibatkan jumlah korban yang banyak di pihak Belanda lantaran pasukan kocar-kacir tanpa komando.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.