BERBAGI
Mohammad Sabiq
Mohammad Sabiq atau Sabeq | Foto Instagram @mohammedsabeq
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Muhammad Sabiq adalah salah satu komika yang merintis karirnya di Malang. Finalis SUCI 6 Kompas TV ini lahir di Watampone, Sulawesi Selatan pada 27 Juni 1992. Ia mulai merintis karir di Malang karena ia waktu itu sedang menempuh pendidikan S2 di UIN Malang.

Awal mula perjalanan karirnya dimulai ketika ia menonton video stand up comedy Raditya Dika di youtube. Kala itu masih awal tahun 2011. Sabeq, panggilan akrabnya yang sangat menaruh minat pada dunia public speaking penasaran akan konsep yang dibawakan penulis buku Kambing Jantan tersebut.

Sekitar satu tahun kemudian, awal 2012, Sabeq menghadiri workshop Stand Up Comedy di Asrama Mahasiswa Makassar di Malang. Komika yang datang dalam acara tersebut yaitu Arie Kriting dan Abdur Arsyad. Dari acara tersebutlah, Sabeq mulai belajar tentang stand up comedy.

Selang seminggu dari workshop, komika yang mengidolakan Pandji Pragiwaksono ini mulai mempraktekkan hasil workshop yang diikutinya. Di komunitas Stand Up Comedy Malang lah ia mulai menempa dirinya. Mencoba memulai open mic untuk pertama kalinya. Nyatanya, percobaan pertama ia gagal.

Seminggu kemudian, ia mencoba lagi dan tidak lucu lagi. Peruntungan pada pekan-pekan berikutnya juga masih tak kunjung berpihak padanya. Ia masih gagal membuat penonton tertawa akan materi stand up comedy-nya.

Hal ini membuat dirinya semakin penasaran mengapa penontonnya tidak tertawa. Padahal, menurut pengakuan Sabeq sendiri, ia termasuk orang yang lucu di kalangan teman-temannya.

Sabeq tak patah semangat, ia terus menjalani open mic dan mengevaluasinya. Selama setahun percobaannya, hasilnya masih tetap saja, tidak lucu.

Meskipun begitu, dari pengalaman-pengalaman tersebutlah akhirnya pemilik akun instagram @mohammedsabeq ini paham akan pola stand up comedy. Termasuk poin-poin saat open mic. Beberapa poin tersebut yaitu mempertajam premis di pesan moral. Itupun minimal harus mendapatkan apresiasi berupa tepuk tangan penonton. Lalu tak lupa harus pandai membaca situasi penonton dan konten acara. Sehingga joke yang dibawakan tepat sasaran.

Dengan terus mengasah skill, komika yang memiliki suara khas ini memiliki banyak pencapaian, baik lokal maupun nasional. Diantaranya yaitu juara I Stand Up Comedy Competition Mata Najwa on Campus UMM (2012), Line Up Campus Nite 2 Malang (April 2014), Iki Loo Malang 2 (Agustus 2014), Stand Up Comedy Road Show Jatim di Banyuwangi (September 2014), Stand Up Nite 4 (Februari 2015), finalis Street Comedy 5 (2015), Line Up SUCROS 3 Final “All Star East Java Comics”, pengisi program “Pojok Humor” Radio Kencana FM 2015, 9 besar Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV Season 6 2016.

Selain terjun dalam panggung stand up comedy, Sabeq juga aktif dalam kegiatan komunitas, kepenulisan, dan MC. Pada tahun 2013, ia mendirikan komunitas Stand Up Comedy Campus UIN Maliki Malang. Sedangkan dalam dunia kepenulisan, ia telah melahirkan buku puisi berjudul ‘Kayu’ dan’Malabar’.

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.