BERBAGI
Punden yang ada di Desa Wandanpuro
Punden yang ada di Desa Wandanpuro
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Desa Wandanpuro yang terletak di Bululawang disebut sebagai salah satu desa kuno. Hal ini tertulis dalam sebuah kisah petualangan Ken Arok (Ken Angrok) yang dikisahkan oleh kitab Pararaton.

Agung sakalawonlawon sira ken Angrok, angon ta kalâwan sira tuwan Tita, agawe ta sira dukuh, kapêrnah wetaning Sagênggêng, tegal ing Sañja, pinakanggenira angadangadanga wong malintang hawan lawan sira tuwan Tita rowangira,” kata Pararaton.

Arti kalimat di atas adalah “Sementara itu lama-kelamaan Ken Angrok menjadi besar juga, menggembala kerbau dengan tuwan Tita, ia membuat pedukuhan (desa kecil) di sebelah timur Sagênggêng, di tempat perladangan Sañja, yang dipakainya sebagai tempat untuk mencegat orang lalu di jalan bersama-sama dengan tuwan Tita sebagai temannya,”

Alkisah, Ken Angrok yang diangkat anak oleh Bango Samparan dan istri pertamanya pergi saat sudah beranjak besar. Pengembaraan ini terjadi setelah Ken Angrok berselisih paham dengan anak dari istri kedua Bango Samparan. Kemudian dia menuju ke Kapundungan dan bertemu dengan pengembala yang bernama Tita, anak dari kepala Desa Sagenggeng. Kemudian, Tita menganggap dia sebagai saudara untuk diajak tinggal di rumahnya.

Dari desa itu, Ken Angrok belajar membaca, menulis, perhitungan, dan sastra kepada Pujangga Desa bersama dengan saudara barunya. Keduanya kemudian melakukan pembukaan dukuh baru di sebelah timur Sagenggeng setelah bertambah dewasa. Di tempat yang disebut dengan perladangan Sañja ini dia bersama Tita mengadang siapa saja yang lewat.

Para pengkaji sejarah kemudian mencoba menelisik dimana lokasi untuk dukuh baru yang dibuka oleh Ken Angrok tersebut. Jika Sagenggeng sudah disepakati yaitu sebuah dusun di Desa Wonokerso, Pakisaji. Maka letak perladangan Sañja saat ini masih diidentifikasi.

Peta Desa Wandanpuro
Peta Desa Wandanpuro

Lokasi tersebut pernah diduga di Sanan, sebuah Dukuh kecil yang berada di tepi Sungai Meri di utara Sempalwadak. Namun, tentu saja hal itu sangat berbeda dengan keterangan Pararaton yang tegas menyatakan ada di sebelah timur Sagenggeng. Sehingga Sana bisa dikatakan tidak tepat karena ada di Timur Laut dari Sagenggeng.

Kemudian menurut sumber dari buku Tafsir Baru Kesejarahan Ken Angrok Pendiri Wangsa Rajasa karya Suwardono dikatakan jika Sañja tidak dilokasikan dengan pasti. Hanya saja letaknya ada di timur antara Kendalpayak-Sagenggeng, perkiraannya ada di sebelah barat Sungai Brantas atau mungkin disebelah timurnya.

Jika melihat dari sebutan Pararaton, maka Desa yang paling jelas disebut ada di timur Sagenggeng adalah Desa Wandanpuro yang terletak di Bululawang. Desa ini ada di seberang timur Sungai Brantas dan berbatasan dengan Desa Lumbangsari di sebelah selatan. Desa Wandanpuro ini punya dusun yang bernama Pesanggrahan. Pesanggrahan terletak di bagian utara dari Desa Wandanpuro.

Keyakinan Desa Wandanpuro sebagai lokasi dukuh yang dibuka oleh Ken Angrok berdasarkan pada kata Sañja yang berarti Kunjungan. Sehingga memang Sañja bukanlah nama tempat. Kata lain dari Sañja adalah asasañja, sinañjan, dan pasañjan. Kata terakhir diartikan sebagai tempat menerima.

Di Desa Wadanpuro ada Dusun Pesanggrahan yang berasal dari bahasa Sansekerta kuno yaitu Sanggraha. Pesanggrahan bisa diartikan sebagai tempat yang disiapkan untuk menerima tamu.

Selain letaknya di timur dan punya arti yang khusus. Di kawasan tersebut juga banyak ditemukan punden yang ditemukan di ladang tebu di Jalan Sidorejo. Di dalam punden tersebut terdapat tinggalan benda arkeologis berupa yoni, batu patok, sebuah arca mirip durga, sebuah batu mirip pedestal, sebuah batu diduga sandaran arca, dan sebuah benda mirip lumpang. Benda-benda tersebut disemen di lantai dalam punden.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.