BERBAGI
Inilah sosok Karima Sindhu Nani. Tak hanya memiliki paras jelita, gadis asal Kota Batu ini bekerja sebagai mekanik pesawat di Tangerang. (Foto: radar malang)
Inilah sosok Karima Sindhu Nani. Tak hanya memiliki paras jelita, gadis asal Kota Batu ini bekerja sebagai mekanik pesawat di Tangerang. (Foto: radar malang)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Mungkin bukan hal baru jika seorang perempuan bisa menangani pekerjaan yang biasa dilakukan kaum adam. Namun, bagaimana jika menangani urusan mesin pesawat? Karima Sindhu Nanti membuktikan bahwa gadis manis sepertinya pun mampu bekerja sebagai mekanik pesawat.

Karima Sindhu Nanti lahir di Kota Batu, 20 Juni 1992. Saat ini dirinya bekerja di Tangerang, tepatnya di bengkel hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF). Meskipun rekan kerjanya kebanyakan adalah kaum adam, dirinya tak merasa kalah tentang ilmu mekanik. Bahkan, sebagai seorang perempuan ada kebanggaan tersendiri bisa menjadi mekanik pesawat. Inilah yang membuat dirinya bersungguh-sungguh menjalani pekerjaan tersebut dan terus belajar.

Gadis yang akrab disapa Sindhu ini tak ingat berapa pesawat yang sudah diperbaiki. Meski demikian, sudah banyak pesawat yang dia perbaiki selama tiga tahun bekerja di sana. Sebab, bengkel tersebut aktif 24 jam dalam satu minggu. Di antara banyaknya pesawat yang sudah diperbaiki oleh Sindhu dan rekan-rekannya, ada 53 pesawat Citilink dengan tipe Airbus 320 (A320) yang pernah dia tangani.

”Saya tidak menghitung jumlah pesawatnya, tapi tim saya harus mengecek 53 pesawat Airbus 320 milik Citilink, anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia Tbk,” ucapnya seperti yang dilansir di radar malang.

Shindu adalah putri dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu, Nurbani Yusuf. Ia pernah menimba ilmu di SMP Negeri 1 Kota Batu.

Di tempat di mana Shindu bekerja, ada beberapa tim mekanik. Timnya sendiri terdiri atas 15 orang. Sindhu merupakan satu-satunya perempuan di tim tersebut.

”Kalau di maskapai Garuda Indonesia, persentase pekerja perempuan dan laki-laki yaitu 1:10.”

Anak dari pasangan Nurbani Yusuf dan Nurul Wahidah itu terus bercerita, dia khusus memegang bagian elektrik atau kelistrikan pesawat (electrical avionic). Sindhu lebih banyak berkutat dengan pusat kendali pilot di kokpit seperti navigasi, radar, dan alat lainnya.

”Meski saya memiliki pos di elektrik, tapi kami kerja secara tim. Kalau diminta landing gear (menangani masalah ban pesawat), ya dikerjakan bareng-bareng,” kata gadis dari Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tersebut.

Sindhu pun menambhkan bahwa hampir semua mesin pesawat menjadi tanggung jawabnya bersama tim, kecuali kabin dan interior. Dia mengaku sering kesetrum. Namun, alumnus D-4 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang (Polinema) itu mengaku masih beruntung karena arus listriknya kecil.

Gadis berkerudung itu menyatakan, dulu tak mengira bisa bekerja menjadi mekanik pesawat terbang. Dia juga mengaku harus belajar dari nol hingga memiliki lisensi C1 (elektrik), C2 (instrumen), dan C4 (electrical avionic).

Bagaimana Sindhu bisa lolos menjadi mekanik maskapai PT Garuda Indonesia Tbk? Dia menyatakan, awalnya mendaftar pada Oktober 2014 lalu saat PT Garuda Maintenance Facility (GMF) membuka pendaftaran di Polinema. Sindhu yang baru saja lulus langsung tertarik untuk mencari pengalaman kerja di dunia penerbangan dengan berbekal ilmu kelistrikan yang dia peroleh di bangku kuliah.

Saat tes wawancara, Sindhu ditawari sebagai planner atau mencatat perbaikan pesawat sehingga tidak berhubungan dengan mesin pesawat secara langsung. Sindhu menolak tawaran itu dan memilih menjadi mekanik pesawat.

Kunci kesuksesannya bisa masuk di perusahaan pesawat terbesar di Indonesia ini karena lancar berbahasa Inggris. Ketika tes bahasa Inggris, banyak teman seperjuangannya yang gagal. Sementara itu, keberuntungan berpihak pada Shindu yang lolos sebagai mekanik dan menjalani pelatihan semimiliter untuk mendapatkan lisensi mekanik.

Menurut dia, pelatihan menjadi mekanik pesawat secara semimiliter berjalan hampir satu tahun. Awalnya, Sindhu mempelajari bagian-bagian dari pesawat hingga sistem kelistrikannya. Tidak hanya digembleng melalui kelas mekanik, Sindhu kemudian harus menjalani ujian akhir dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU).

Karima Sindhu Nanti menambahkan, kesuksesannya saat ini tak lepas dari dukungan yang besar dari orang tuanya. Apalagi dirinya seorang perempuan, sehingga awalnya cenderung membuat orang tua khawatir. Namun, berkat usahanya tersebut, Sindhu berhasil mengembangkan kemampuannya hingga menjadi mekanik pesawat.

Gadis yang gemar menulis di blog ini berharap semakin banyak mekanik pesawat dari kalangan kaum hawa. Sebab, pada dasarnya kaum hawa pun juga mampu menjadi seorang mekanik. Dia mengungkapkan, pekerjaan sebagai mekanik pesawat memang harus meluangkan banyak waktu di pesawat. Termasuk pada saat menjelang lebaran, waktu mudik diisi dengan kegiatan memperbaiki pesawat.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.