BERBAGI
Bopii adalah cemilan yang berbahan dasar limbah bonggol pisang. Produk inovatif ini merupakan ide Mahasiswa Universitas Kanjuruhan, Malang. (Foto: Dede)
Bopii adalah cemilan yang berbahan dasar limbah bonggol pisang. Produk inovatif ini merupakan ide Mahasiswa Universitas Kanjuruhan, Malang. (Foto: Dede)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Cemilan dengan rasa gurih dan renyah memang cocok untuk mengisi toples di rumah. Namun siapa sangka, jika limbah bonggol pisang yang jarang dimanfaatkan oleh kebanyakan orang, ternyata bisa disulap menjadi cemilan yang tak kalah lezat? Ya, produk inovatif berupa cemilan atau snack dari limbah bonggol pisang ini adalah kreasi Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang.

Jumali Tri Saputra, pencetus ide kreatif ini menyebutkan bahwa pohon pisang memiliki banyak manfaat. Mulai dari buah pisang, daun pisang, debok (batang) pohon pisang, bahkan hingga bonggol pisangnya pun sangat bermanfaat. Namun, kebanyakan orang menganggap bonggol pisang sebagai limbah yang tidak dapat diolah, apalagi dijadikan makanan.

Awal mula ide mengolah bonggol pisang ini muncul saat pemuda asal Serang tersebut meminta pendapat dari pamannya. Kala itu, ia mendapat tugas di mata kuliah kewirausahaan tentang produk inovasi dan kreatif. Pemuda yang akrab disapa Dede itu pun tertarik untuk melakukan riset mendalam mengenai bonggol pisang dan apa saja kandungannya.

“Ternyata banyak sekali manfaat dan kegunaan dari bonggol pisang. Tidak semata-mata hanya menjadi limbah saja,” ungkap Dede pada Ngalam.co.

Ketertarikannya semakin besar tatkala mengetahui fakta bahwa, masyarakat Indonesia pernah menjadikan bonggol pisang sebagai bahan pangan mereka pada masa penjajahan. Pada saat pendudukan Belanda dan Jepang, distribusi beras, singkong, dan bahan pangan lainnya disita oleh penjajah. Sehingga, untuk dapat bertahan hidup, rakyat Indonesia harus memutar otak dengan mengolah limbah bonggol pisang menjadi pangan.

“Jika sudah diolah dengan baik, limbah bonggol pisang yang awalnya dianggap tidak ada apa-apanya bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” imbuh pemuda yang gemar berolahraga dan hiking tersebut.

Produk inovatif yang didalami Dede dan beberapa rekan satu timnya tersebut berhasil menarik perhatian publik. Bahkan, ketika diikutkan dalam acara bazar kampus, mereka berhasil meraih juara I.

Kini, usaha Dede terus berkembang. Olahan bonggol pisang yang diberi merk Bopii tersebut cukup laku di pasaran dan mampu bersaing dengan jajanan lain. Untuk lebih menarik minat konsumen, Dede dan rekan-rekannya menyediakan beberapa pilihan rasa dengan nama-nama yang unik, antara lain: rasa kesayangan, rasa keingat mantan, rasa ditinggal nikah, rasa jatuh cinta, rasa mendem kangen, rasa jauh dari kamu, dan rasa sakit hati. Selain itu, konsumen juga diberi pilihan dua kemasan, yaitu kemasan 50 gram dan 90 gram.

Salah satu rasa dari snack Bopii yang unik. (Foto: Dede)
Salah satu rasa dari snack Bopii yang unik. (Foto: Dede)

Berbagai upaya promosi juga dilakukan untuk mengenalkan produk Bopii ke khalayak. Salah satunya dengan membuat akun Instagram khusus yaitu @bopii.official.

“Sekarang sudah dipasarkan untuk umum, karena sudah keluar juga nomor P-IRT nya. Kami juga bekerja sama dengan instansi-instansi terkait. Kalau untuk label halal dari MUI masih dalam proses,” tandas pemuda kelahiran 11 Juni 1990 tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.