BERBAGI
Teh Miantea dari daun Miana yang menjadi obat kecacingan | Foto: prasetya.ub.ac.id
Teh Miantea dari daun Miana yang menjadi obat kecacingan | Foto: prasetya.ub.ac.id
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Tumbuhan Miana adalah salah satu tumbuhan hias yang banyak dijual murah dengan harga Rp2000 hingga Rp5000. Tumbuhan ini indah karena daun Miana sangat menarik dengan warna ungu terang berbalut warna hijau di bagian tepi.

Siapa sangka berkat ketekunan mahasiswa UB, kini daun Miana dimanfaatkan untuk minuman yang mencegah kecacingan. Adalah empat mahasiswa UB dari jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UB) yaitu Inmas Putri Rahmawati, Della Putri, Savrida Nurahmi, dan Ica Raditia yang mengembangkannya sebagai minuman agar praktis.

Daun Miana memang dikenal sebagai penyembuh berbagai macam penyakit, namun tidak banyak orang yang mampu mengolahnya. Olahan yang mereka sebut dengan Miantea itu mampu mengatasi masalah cacingan anak. Memang cacingan banyak dianggap sepele oleh orang tua, padahal saat anak cacingan di saat itu pula gizi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak terserap dengan baik sehingga menghambat perkembangan fisik dan mental.

Olahan Daun Miana dibuat empat mahasiswa UB.
Olahan Daun Miana dibuat empat mahasiswa UB.

Inmar bercerita jika kandungan antioksidan pada daun Miana sangat efektif untuk mematikan cacing pita yang ada pada perut. Kandungan itu adalah senyawa Tanin yang berfungsi untuk mempercepat penggunaan glukosa pada tubuh cacing.

Ujicoba penggunaan Daun Miana dilakukan dengan cara merendam cacing pita ke dalam teh yang sudah dibuat, pada ujicoba tersebut cacing mengalami kelumpuhan dan kematian dalam jangka waktu 36 hingga 96 jam atau sekitar empat hari.

“Cacing yang banyak mengeluarkan glukosa dan glikogen akan mengeluarkan energi berlebih sehingga mudah lemas dan akhirnya mati,” ujar Inmas.

Untuk ujicoba langsung atau oral dilakukan kepada siswa-siswi SDN Purwantoro VI. Ujicoba itu juga menilai rasa, aroma, dan warna teh yang dibuat. Dan ternyata tehnya cukup disukai oleh anak-anak.

Saat ini, produk dari mahasiswa tersebut memang masih dikhususkan untuk cacing pita saja, sementara untuk cacing tambang dan cacing kremi masih akan dilakukan penelitian lagi. Meskipun demikian, mereka sangat yakin jika ramuan itu bisa mengatasinya.

“Daun Miana memang dikenal sebagai tanaman hias, biasanya penyembuhan untuk kecacingan dilakukan dengan merebus daun itu. Namun, rebusan daun itu pahit sehingga tidak disukai oleh anak-anak. Padahal anak-anak adalah penderita kecacingan terbesar. Sehingga ini yang mendasari kami melakukan inovasi,” tutup Savrida.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.