BERBAGI
Ilustrasi Raden Aria Malayakusuma melawan tentara Kompeni Belanda (C) JAWA KUNO
Ilustrasi Raden Aria Malayakusuma melawan tentara Kompeni Belanda (C) JAWA KUNO
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Setelah berhasil menguasai Lumajang, Belanda memalingkan perhatian untuk merebut Malang yang dianggap menjadi daerah pemberontak yang paling berbahaya. Salah satunya Raden Aria Malayakusuma yang merupakan Bupati Malang yang berkuasa pada periode tahun 1757 hingga 1767.

Dalam buku Ujung Timur Jawa 1763-1813: Perebutan Hegemoni Blambangan (Java’s Last Frontier: The Struggle for the Hegemony of Blambangan 1763-1813) dijelaskan, kisah berawal ketika dua utusan Jawa yang dikirim ke Malang oleh Tropponegro, mengatakan bahwa Malayakusuma telah merekrut 1.500 tentara untuk mempertahankan Malang dari serangan Kompeni. Sementara itu, saudara termudanya, Raden Tirtanagara, menyatakan bahwa Malayakusuma telah bergabung dengan Raden Mas, putra Pangeran Singasari.

“Bagaimana aku dapat menyembunyikan kenyataan bahwa Raden Mas ada di sini, di Malang. Anda dapat melihat 200 orang prajurit kavalerinya berada di sini. Jika Lumajang diserang, ia akan bergabung dengan saudaraku, Malayakusuma. Ia (Tirtanagara) berkata lebih jauh, merujuk pada Raden Mas, bendera hijau telah menuju ke sini untuk menyebarkan luka di tubuh kita,” ujar sang utusan mengulangi kata-kata Tirtanagara.

Situasi ini memaksa petinggi Belanda, Gezaghebber Coop a Groen menyusun sebuah rencana untuk memperlemah kekuatan Malayakusuma dan sekutunya dengan cara memanfaatkan ambisi Malayakusuma. Sebab, sebelum penyerangan ke Lumajang, Malayakusuma sempat menunjukkan sikap yang melunak. Ia bersedia memenuhi permintaan Gezaghebber untuk menyerahkan upeti berupa beras (yang dibawa dengan 10 kuda), 100 ayam, dendeng, dan delapan budak yang akan dipekerjakan di loji Kompeni. Malayakusuma juga menahan dua istri Wayan Kutang (seorang pengungsi Bali dari Kerajaan Blambangan) dan salah seorang pengikutnya. Bahkan, dalam surat-suratnya yang terakhir dengan Kompeni, Malayakusuma memberikan jaminan bahwa dirinya tidak berani menentang Kompeni. Ia menyatakan bahwa jika berani melakukannya, maka hal itu sama halnya dengan menentang tuannya sendiri. Ia pun berjanji untuk menangkap Wayan Kutang dan Natayuda. Bahkan, dikatakannya bahwa ia menolak permintaan Raden Mas yang menginginkan 50 senjata dan lusinan kuda.

Tergoda dengan seluruh janji tersebut, Gezaghebber merasa yakin mampu menerapkan strateginya untuk menghancurkan persekutuan antara Prabujaka dan para keturunan Pangeran Surapati lainnya. Gezaghebber lantas mengirim utusannya, Encik Mida, beserta 100 prajurit dari Surabaya dengan dalih membantu Malayakusuma untuk melindungi Malang dari gangguan Prabujaka dan para pengikutnya. Harapannya, bala bantuan pasukan ini dapat menciptakan kesan di antara para sekutunya, bahwa Malayakusuma telah berkhianat kepada mereka.

Sayangnya, meski Malayakusuma menolak dengan tegas bantuan militer tersebut, sikapnya menimbulkan keraguan di antara para pengikutnya. Patih Porong, Natayuda, memilih meninggalkan Malang dan bergabung dengan Raden Mas di Antang (sekarang Ngantang), sedangkan Wayan Kutang melarikan diri ketika menyadari bahwa Malayakusuma telah menangkap istri dan pengikutnya. Ayah Malayakusuma, Kartanagara, yang selama ini teguh melawan Belanda pun dilaporkan telah meninggal dan dimakamkan di suatu tempat di selatan Gunung Semeru. Dalam kondisi demikian, Gezaghebber optimis dapat menekan Malayakusuma untuk bersekutu dengan pihak Kompeni. Ia mengirim lagi Encik Mida sebagai utusan kepada Malayakusuma agar bersedia menerima tawaran terakhirnya. Jika Malayakusuma loyal kepada Kompeni, ia harus bisa menunjukkannya dengan membujuk Raden Mas dan Prabujaka di Antang untuk menyerah. Gezaghebber meyakinkan Malayakusuma dengan dalih bahwa Malang akan diserang seandainya Raden Mas dan Prabujaka menolak menyerah. Encik Mida sang utusan Kompeni juga menyatakan bahwa saat itu, Letnan Vaandrig Gondelag dengan 500 pasukannya, hanya berjarak satu jam perjalanan dari Malang, telah mendirikan sebuah markas militer. Selain itu, Kapten Tropponegro dan pasukannya juga tengah menuju Malang dan tinggal menunggu tiga petunjuk baik yang dapat menunjukkan rute terbaik menuju Malang dan Antang. Mereka berharap Bupati Malayakusuma dapat membantu mempersiapkannya. Gezaghebber juga menuntut agar Malayakusuma menyerahkan para desertir (pelarian) dari Eropa yang telah tinggal di Malang selama 10 tahun. Jika ini tidak dipenuhi, Kompeni tak segan-segan untuk membiarkan Malayakusuma hidup dengan tenang.

Dalam situasi yang sangat sulit ini Malayakusuma tetap ogah memenuhi seluruh permintaan Gezaghebber. Dikatakannya, jika ia membantu Kompeni menyerang Raden Mas dan Prabujaka di Antang, langkah tersebut akan dianggap sebagai sebuah pemberontakan melawan Sultan dan Susuhunan Mataram. Namun, ia berjanji akan tetap loyal pada Kompeni. Sebagai jaminannya, ia tak akan bergabung dengan kaum pemberontak. Gubernur Vos di Semarang meminta Gezaghebber mengambil tindakan lebih tegas untuk menjamin Malayakusuma tidak akan mengingkari janjinya tersebut dengan membawa istri dan anak-anaknya ke Surabaya sebagai gijzelaars (tawanan). Gubernur itu mengatakan jika Malayakusuma menginginkan keluarganya kembali dengan selamat, ia harus menyerahkan Wayan Kutang dan Natayuda, dan memenuhi seluruh permintaan Gezaghabber sebelumnya.

Kembalinya utusan Belanda, Encik Mida, dari Malang dengan tangan hampa lantaran gagal membujuk Malayakusuma menyisakan pekerjaan rumah yang belum selesai bagi Kompeni. Usai kegagalan tersebut, Gezagghebber memutuskan mengubah rencana. Melupakan rencana penyerangan ke Antang, ia malah fokus menyiapkan serangan ke Malang. Gezaghebber menginstruksikan Kapten Tropponegro menyerang dan kemudian menahan keluarga Malayakusuma dan Kartanagara yang kini berada di Malang. Gezaghebber juga memerintahkan langsung 25 prajurit Eropa agar bergabung dengan Vaandrig Gondelag untuk mendukung serangan tersebut.

Jika Malayakusuma melawan, ia akan dicap sebagai musuh Kompeni dan harus dimusnahkan. Informasi rencana penyerangan ke Malang itu beserta posisi musuh juga harus diberitahukan Kapten Tropponegro kepada Letnan Wipperman yang kini berada di pesisir selatan Jawa. Mereka diminta bersiap saat serangan atas Malang dilakukan dan para pemberontak diperkirakan akan lari ke Lumajang dan kemudian dari Lebak lari menuju ke pesisir selatan Jawa. Informasi tersebut akan membuat Letnan Wipperman dan prajuritnya dapat mempersiapkan diri untuk mencegat Malayakusuma dan pasukannya.

Jika serangan itu telah usai, Tropponegro harus membersihkan jalan bagi Gondelag dan pasukannya, yang berada di Lebak dan tengah menaklukkan desa-desa di sebelah selatan, untuk masuk ke Malang lewat jalur tersebut guna mendukung serangan Tropponegro. Semua diperintahkan untuk menduduki Malang selama mungkin, sekaligus merencanakan dengan matang serangan terhadap Antang di tempat tersebut. Selain itu, Kompeni juga membuat sayembara, hadiah uang sejumlah 1.000 dolar Spanyol untuk siapa pun yang dapat menangkap Raden Mas dan Prabujaka, hidup atau mati, dan 500 dolar Spanyol untuk siapa saja yang mampu mengatasi Malayakusuma dan keluarganya. Sementara itu, di Wirasaba, Kapten Hounold dengan bantuan 49 prajurit Eropa dan 500 prajurit dari Surabaya juga telah bersiap mendukung serangan ke Antang.

Raden Aria Malayakusuma yang menyadari bahwa upayanya meyakinkan Belanda sia-sia akhirnya memutuskan untuk mempertahankan Malang dengan segenap kekuatan yang dimilikinya. Sekitar 800 pasukan kavaleri di bawah kepemimpinan Tirtanagara, dikirimnya untuk menjaga wilayah perbatasan Malang dan Lumajang. Pada waktu yang bersamaan, Kapten Tropponegro dan Letnan Gondelag memimpin dua unit kekuatan koalisi Belanda membuat gerakan menjepit dan mendekati Malang dari dua sisi yang berbeda. Malayakusuma segera mengambil keputusan bertindak cepat dengan mengirimkan pasukannya hingga ke distrik-distrik pegunungan di sebelah timur Malang. Dengan serangan gerilya, mereka mencoba menghalau musuh agar memasuki pusat pemerintahan Malang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.