BERBAGI
Tradisi nyekar atau ziarah ke pemakaman sebelum jalani puasa di bulan suci Ramadan memang sudah ada sejak dahulu. (Foto: Kapanlagi)
Tradisi nyekar atau ziarah ke pemakaman sebelum jalani puasa di bulan suci Ramadan memang sudah ada sejak dahulu. (Foto: Kapanlagi)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Banyak tradisi yang umumnya sering dilakukan masyarakat umat Muslim di Indonesia menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tradisi Megengan, kali ini tradisi nyekar atau berziarah kubur ke makam keluarga.

Tradisi nyekar memang sudah ada sejak lama. Hingga saat ini pun masih dipegang teguh oleh sebagian besar umat Muslim di Malang. Tujuannya untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah tiada dan membersihkan pemakamannya.

Ziarah kubur umumnya dilakukan sebagai salah satu bentuk pengakuan eksistensi mereka yang telah meninggal. Tradisi ini juga bisa menjadi pengingat bahwa semua makhluk yang hidup di muka bumi ini akan mati dan menghadap pada Tuhan YME.

Selain itu, sebagaimana keyakinan bahwa menyambut bulan suci maka harus dalam keadaan yang bersih, maka kondisi pemakaman pun juga harus bersih. Hal ini juga dilakukan ketika hari raya Idul Fitri tiba.

Tak ada hari khusus untuk melakukan nyekar. Hanya saja kebanyakan orang memilih satu hari sebelum puasa 1 Ramadan. Terlihat dari ramainya pemakaman pada saat H-1 sebelum puasa.

Bagi para penjual bunga, tentu tradisi ini membuat mereka kebagian rezeki. Biasanya tiga hari sebelum bulan Ramadan, mereka sudah menempati area sekitar tempat pemakaman umum (TPU), lalu membuka lapak kecil yang di atasnya terdapat bunga tabur. Sebagian tak menetapkan harga, tergantung peziarah ingin membeli berapa. Namun ada juga yang sudah mematok harga untuk satu kantong plastik bunga. Terlepas dari itu, tradisi nyekar memang masih kuat di kalangan masyarakat Jawa, khususnya Malang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.