BERBAGI
Turun Tangan Malang lakukan Jelajah Ngalam
Turun Tangan Malang lakukan Jelajah Ngalam | Foto dok. Turun Tangan Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jelajah Ngalam adalah salah satu program komunitas Turun Tangan Malang (TTM) untuk mengeksplor Malang. Hal ini berkaitan dengan landasan gerak komunitas tersebut dalam bidang sosial.

Kegiatan Jelajah Ngalam ini dilakukan pada 21 Mei 2017. Tahun ini, TTM mengambil lokasi di Sumber Sira dan padepokan Asmorobangun.

Fokus kegiatan di kedua tempat tersebut pun berbeda. Hal ini disesuaikan dengan tempat yang dituju. Seperti halnya di Sumber Sira, disini para peserta Jelajah Ngalam melakukan resik wisata.

Resik wisata di salah satu titik area Sumber Sira
Resik wisata di salah satu titik area Sumber Sira | Foto oleh Yunita Siswanti

Kegiatan resik wisata ini tersebar dalam beberapa area sekitar sumber. Seluruh peserta antusias untuk langsung turun tangan memunguti sampah-sampah yang ada di area Sumber Sira. Sampah-sampah tersebut mereka kumpulkan  dalam kantong kresek jumbo. Dalam setiap kelompok yang terdiri dari 4-7 orang ini dapat mengumpulkan sampah 2-3 kresek jumbo.

Pihak pengelola Sumber Sira nampak antusias dengan kegiatan para relawan muda ini. Hal ini nampak dari beberapa orang pengelola yang mengambil gambar saat resik wisata berlangsung.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, setelah resik wisata, para relawan ini melakukan bonding relawan. Bonding relawan dilakukan dengan melakukan game. Tentunya game tidak lepas dari permainan air. Arus air sumber yang cukup deras menjadi pilihan panitia untuk melakukan game balap air.

Seusai melakukan resik wisata dan bonding relawan di sumber air yang berlokasi di desa Putukrejo kecamatan Gondanglegi kabupaten Malang, para relawan TTM ini melanjutkan perjalanan menuju padepokan Asmorobangun.

Padepokan ini merupakan padepokan tari topeng Malangan yang didirikan

Bonding relawan dengan derasnya arus air Sumber Sira
Bonding relawan dengan derasnya arus air Sumber Sira | Foto dok. Turun Tangan Malang

oleh alm. Mbah Karimun. Berdiri sejak 30 Oktober 1982, kini padepokan yang beralamat di Jl. Prajurit Slamet dusun Kedungmonggo desa Karangpandan kecamatan Pakisaji kabupaten Malang ini dikelola oleh Tri Handoyo, generasi ketiga dari sang maestro Topeng Malangan.

“Sanggar ini dulu dibuatkan oleh pemerintah daerah tingkat II. Peresmiannya pada tanggal 30 Oktober 1982.”, jelas pria yang dianugerahi gelar Empu Topeng oleh ISI Yogayakarta pada 2014 lalu.

Di padepokan ini masih berlangsung latihan-latihan tari topeng malangan dan karawitan, pembuatan topeng Malangan, juga pertunjukan tari topeng malangan setiap 36 hari sekali pada malam Senen Legi. Sehingga, tanggal pertunjukan lakon topeng setiap bulannya pun berbeda.

Semua pertunjukan itu terangkum dalam judul pementasan Gebyak Senen Legi Wayang Topeng Malangan. Tahun ini, pertunjukan absen pada bulan Mei dan Desember saja. Untuk pelaksanaannya yaitu malam Senen Legi (Minggu) pukul 19.00-21.00 WIB.

Para relawan TTM lakukan latihan tari Topeng Malangan bersama
Para relawan TTM lakukan latihan tari Topeng Malangan bersama | Foto dok. Turun Tangan Malang

Untuk latihan tari sendiri, dilakukan setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB. Tidak ada pungutan biaya untuk warga yang ingin latihan disini. Bahkan, tak hanya warga pribumi, banyak juga para warga asing yang datang berlatih.

“Banyak, sering. Kami sediakan paket untuk mereka (mahasiswa asing). Ada yang paket menari, membuat topeng yang topengnya bisa dibawa pulang, karawitan juga.”, ungkap Hariyati, salah satu pengelola padepokan.

Untuk lebih menjiwai seni ini, kurang lebih 50 orang relawan TTM memenuhi pelataran padepokan. Mereka melakukan latihan tari topeng Malangan dengan dipandu oleh lima anak didik padepokan Asmorobangun.

Dengan begitu, harapannya para relawan muda ini selangkah lebih dekat dalam mengenal budaya asli Malang ini. Juga, mereka bisa turut membantu mengenalkan budaya ini kepada para pemuda luar biasa lainnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.