BERBAGI
Para murid SMA Islam Sabilillah mencoba mengarahkan teleskop untuk pengamatan hilal | Foto oleh Ni'mah Sholikah
Para murid SMA Islam Sabilillah mencoba mengarahkan teleskop untuk pengamatan hilal | Foto oleh Ni'mah Sholikah
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Menjelang 1 Ramadan, ada satu kegiatan yang juga menjadi sorot perhatian masyarakat, yaitu pengamatan hilal. Menyambut hal tersebut, SMA Islam Sabilillah Malang dan Astrofotografi UB melakukan persiapan pengamatan hilal 1 Ramadan 1438H.

Persiapan sebelum hari H, 25 Mei 2017 pelaksanaan penting untuk dilakukan. Hal ini digunakan untuk persiapan instrumen, penentuan lokasi, dan persiapan materi mengenai hilal.

Berada di rooftop ma’had putra SMA Islam Sabilillah, Jl. Ikan Kakap No. 1B Malang, persiapan yang dilakukan yaitu pada teleskop. Ada tiga teleskop yang disediakan, yaitu teleskop reflektor yang menggunakan sistem otomatis, teleskop refraktor yang manual. Juga disediakan satu buah binokuler.

Alignment atau kalibrasi pada teleskop reflektor penting karena teleskop tersebut akan diatur mengikuti gerak bulan secara otomatis. Pengaturan tersebut yaitu dengan memasukkan data-data tertentu yang diminta oleh teleskop.

“Nanti kita input data waktu, koordinat posisi, negara, dan objek yang akan diamati.”, jelas Andhika Widyaatmaja, ketua Astronomy Physics Club (APC) UB.

Dalam mengkalibrasikan teleskop harus menggunakan dua atau tiga bintang paling terang saat itu. Sehingga, untuk mendapatkan dua atau tiga bintang tersebut harus dilakukan pada malam-malam sebelumnya. Sebab, hilal atau bulan sabit muda esok hari akan muncul petang hari. Juga alignment ini akan memudahkan karena tidak perlu mengarahkan teleskop secara manual.

Rukyatul hilal yang dilaksanakan besok pada 26 Mei 2017 ini adalah rukyat ba’da ghurub.

“Besok itu rukyat ba’da ghurub, setelah maghrib.”, tutur Rudy Yuwono, ketua Astrofotografi UB.

Rukyat hilal juga bergantung pada cuaca. Jika langit cerah tanpa awan, maka untuk menemukan hilal akan lebih mudah.

“Kalau cuaca cerah, bisa dilihat dengan mata kepala sendiri.”, jelas dosen Teknik Elektro FT UB ini.

Pemilihan lokasi di SMA Islam Sabilillah ini karena pihak sekolah ingin membekali para siswanya dengan ilmu falak, termasuk hisab dan rukyat hilal. Untuk metode hisab, siswa sudah dibekali hal tersebut beberapa waktu lalu.

Dari rooftop ma’had putra, pandangan nampak luas ke area sekitar. Sayangnya, polusi cahaya di area sekitar ma’had membuat pengamatan kurang maksimal.

Selain alignment teleskop, para murid sangat antusias untuk melihat benda-benda langit melalui teleskop. Meskipun sempat berawan tebal, keberuntungan masih berpihak. Awan mulai tersibak hingga langit sangat cerah.

Teleskop pun diarahkan ke satu objek terang diatas kepala, yaitu planet Jupiter. Para murid pun bergantian untuk melihatnya dan mempersilahkan yang lain untuk melihat.

“Ayo lihat Jupiter, ada bulannya empat.”, ucap Reza, salah satu siswa SMA Sabilillah.

Dukungan dari pihak sekolah pun mengalir untuk kegiatan ini. Mereka membuka umum untuk warga. Utamanya warga sekitar sekolah.

“Besok kami undang para wali murid, juga warga sekitar sini, paling ya pejabat dekat sini, ketua RT, ketua RW, pak direktur juga.”, ungkap Agus Budiono, S.Pd. selaku wakasek kesiswaan.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.