BERBAGI
Pesawat Super Tucano adalah salah satu pesawat tempur yang juga ada di Lanud Abdulrahman Saleh Malang. (Foto: Malangvoice)
Pesawat Super Tucano adalah salah satu pesawat tempur yang juga ada di Lanud Abdulrahman Saleh Malang. (Foto: Malangvoice)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TNI Angkatan Udara (AU) memiliki armada tempur yang canggih yang disimpan di Lapangan Udara (Lanud) TNI AU di wilayah Jawa Timur. Salah satunya adalah Pesawat Super Tucano di Lanud Abdulrahman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang.

Lanud Abdurahman Saleh dihuni oleh Skadron Udara 21. Mereka lah yang “berkuasa” atas Pesawat Super Tucano yang jumlahnya ada 12 buah. Pesawat-pesawat tersebut didatangkan dari Brasil pada tahun 2012. Di negara asalnya, Pesawat Super Tucano lahir untuk proyek pengawasan penerbangan dan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan di belantara hutan Amazon. Embraer¬† Defense System selaku pabrikan pesawat ini sengaja mendesainnya agar cocok dengan iklim tropis serta mampu terbang di segala kondisi cuaca, baik siang maupun malam.

Melihat tampilan luar pesawat Super Tucano ini, mungkin Anda bakal teringat pesawat legendaris milik TNI AU, yakni “si Cocor Merah” alias Mustang P-51. Sebab, penampakannya bisa dibilang mirip dengan disain aksen deretan gigi-gigi runcing di moncong pesawat. Pesawat ini memiliki bobot hingga 1550 kg, bermesin PT6A-68A Turboprop Pratt & Whitney, produk United Technologies, Amerika Serikat, sayap rendah (low wing) berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat serang antigerilya, memiliki baling-baling, dan berkapasitas bahan bakar 695 liter dengan daya jelajah sejauh 4.820 kilometer selama 6,5 jam nonstop. Tingkat keamanannya pun bertambahan berkat pelindung baja disekitar kokpit dan critical systems redundancy.

Pesawat dengan nama lain EMB-314 ini sejatinya adalah pesawat latih. Biasa dipakai para penerbang anggota Skadron Udara 21 dalam berlatih bermanuver hingga +7g dan -3.5g, lantaran bentuk pesawat yang terbilang kecil. Bentuk itulah yang membuat pesawat ini tampak lincah dan memberikan tingkat survivability cukup tinggi, sehingga mudah untuk dikendalikan pilot pemula sekali pun. Karena kecil pula, pesawat ini bisa dikendalikan untuk terbang rendah dengan kecepatan rendah alias lo & lo mission. Menariknya, pesawat ini mampu lula mendarat di tanah lapang tak beraspal.

Selain sebagai pesawat latih, Tucano, yang dalam bahasa Portugis berarti burung Tukan, memiliki fungsi utama sebagai pesawat tempur taktis antigerilya. Pesawat Super Tucano punya kemampuan melaksanakan pertempuran di udara, berkat kelincahannya dalam melakukan manuver di angkasa. Lima jenis bom atau peluru kendali berbeda sekaligus mampu dibawanya. Pesawat canggih ini juga bisa melakukan serangan udara, seperti penembakan dari udara ke darat. Dalam melakukan serangan udara pesawat ini didukung dua senapan mesin 12,7 milimeter yang ada di sayapnya, yang sanggup memuntahkan 1.100 peluru per menit.

Keunggulan lainnya, Pesawat Super Tucano juga bisa diberi tugas menjadi pesawat pengintai, karena punya forward looking infrared. Pesawat ini pun telah dilengkapi dengan teknologi night vision goggle (NVG) buatan Israel. Teknologi tersebut memungkinkan pilot dapat menerbangkannya pada malam hari ke area sasaran.  Ukurannya yang kecil sanggup mereduksi sinyal radar dan visual agar keberadaannya tak terdeteksi.

Selain itu, pesawat ini juga bisa menjadi pesawat patroli perbatasan. Biasanya pesawat ini digunakan untuk menyergap pesawat yang punya kecepatan rendah atau helikopter yang masuk tanpa izin ke wilayah kedaulatan Republik Indonesia.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.