BERBAGI
Bentuk kacamata karya Sahawood. | Foto: sahawood.woodenglasses
Bentuk kacamata karya Sahawood. | Foto: sahawood.woodenglasses
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kota Malang tepatnya di Klojen mempunyai sebuah usaha bingkai (frame) kacamata berbahan kayu yang unik, Sahawood namanya. Siapa sangka, bingkai yang sudah menjelajah di pasar eropa ini dikerjakan oleh para mantan narapidana pecandu narkoba.

Adalah Theo Zainuri, sosok yang pernah hidup sebagai pecandu narkoba dan pernah ditahan di Lapas Lowokwaru ini mencoba mengubah hidupnya untuk membuat usaha bingkai kacamata. Usaha yang dia mulai sejak tahun 2014 itu digarap dengan sangat serius sehingga mampu dinikmati kalangan luas.

Sahawood sendiri artinya adalah Sadar Hati Wood, yang diambil dari nama yayasan rehabilitasi narkotika, obat-obatan dan penderita HIV/AIDS yang dia dirikan pada tahun 2000 setelah lepas dari ketergantungan narkoba pada 1999.

Theo Zainuri dengan hasil karyanya | Foto: sahawood.woodenglasses
Theo Zainuri dengan hasil karyanya | Foto: sahawood.woodenglasses

Bingkai ini untuk Indonesia dijual di beberapa kawasan di Bali seperti Ubud, Denpasar hingga Seminyak, untuk menggaet pembeli, mereka juga berjualan secara daring.

“Secara berkelanjutan frame (bingkai) kacamata ini dikirim ke Inggris, Swiss, hingga Australia. Sementara tempat lain baru dibuat sesuai pesanan saja,” kata sosok yang menjadi direktur Yayasan Sadar Hati ini.

Sahawood sendiri saat ini memiliki karyawan yang merupakan mantan pecandu. Theo melakukan seleksi yang sangat ketat karena tidak boleh ada karyawan yang masih memiliki ketergantungan terhadap obat terlarang itu. Selain membuat bingkai, di Sahawood juga membuat kotak kacamata yang berbentuk tabung yang dibuat dari bambu. Semua pekerjaan itu dibuat secara manual.

Kacamata dan tempatnya berupa tabung bambu
Kacamata dan tempatnya berupa tabung bambu

Seluruh material berasal dari barang yang mudah didapatkan, kayu berasal dari sisa industri furniture yaitu kayu jati dan sonokeling. Sementara untuk engsel bingkai menggunakan rantai kamprat sepeda motor.

Awal dia menekuni usaha ini adalah tantangan dari rekannya asal Inggris yang mempunyai kacamata kayu. Theo ditantang untuk membuat karya serupa, dia pun mengiyakan tantangan ini. Awalnya semuanya tidak berjalan mulus karena membutuhkan ketelitian dan kerapian. Kemudian lama kelamaan hasilnya pun sudah rapi seperti sekarang. Sahawood memang hanya memproduksi bingkai saja karena untuk kacanya dia melakukan kerjasama dengan pengusaha lain.

Frame (bingkai) ini dibuat di Malang, sedang untuk lensa kacamatanya dibuat di Surabaya,” tukasnya.

Sang direktur memang sangat peduli dengan mantan pecandu, dirinya menginginkan kesemuanya mendapatkan tempat yang layak di sektor formal. Keadaan ini juga membuat dia menyisihkan keuntungan usaha ini untuk Yayasan Sadar Hati.

“Banyak pengusaha yang tidak mau mempekerjakan mantan pecandu meskipun sebenarnya mereka sudah tidak memakai narkoba lagi,” terangnya.

Theo ingin mantan pecandu mendapatkan tempat di masyarakat.
Theo ingin mantan pecandu mendapatkan tempat di masyarakat.

Harga kacamata yang sudah jadi mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Harga ini menurut Theo tidaklah mahal karena yang paling mahal adalah mengajak para pecandu untuk hidup normal dengan melupakan narkoba.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.