BERBAGI
Marini dalam cover iklan film Cinta pada tahun 1975 (C) ANAK TAENG
Marini dalam cover iklan film Cinta pada tahun 1975 (C) ANAK TAENG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kota Malang punya artis nasional yang blasteran berdarah Indonesia-Belanda. Dia bernama Soemarini Soerjosoemarno atau yang kerap disapa Marini Burhan Abdullah.

Wanita kelahiran Malang, 2 November 1947 ini punya turunan darah biru dari sang ayah bernama Mayjen TNI Soetarjo Soerjosoemarno (almarhum). Tak heran jika Marini memiliki gelar kehormatan Kanjeng Raden Ayu Soemarini Soerjosoemarno dari Kesultanan Keraton Mangkunegaran Solo. Marini lahir sebagai anak kedua dari rahim seorang Belanda berdarah Yahudi bernama Dolly Zegerius. Ia dinikahi pada tahun 1943 saat Soetarjo belajar di Technische Universiteit Delft, Nederland.

Marini mengawali karier keartisan di tanah air sebagai seorang penyanyi. Wanita berumur 69 tahun ini bersama Sandra Sanger merupakan penyanyi andalan band The Steps pada tahun 1970-an. Mereka lebih dari delapan tahun melanglang buana ke kota-kota besar di Asia, seperti Singapura, Kuala Lumpur, Tokyo dan Hongkong. Bersama bandnya itu, Marini telah merekam puluhan album, baik yang direkam di Indonesia maupun di luar negeri, di Polydor, Philips, EMI di Singapura, Tokyo, dan Kuala Lumpur. Band ini sempat menggelar konser pada Agustus 2008 di Sultan Hotel (dahulu Hilton Hotel) Jakarta.

Mantan istri Tinton Soeprapto, Idris Sardi, dan Didi Abdulkadir Hadju ini juga tenar sebagai akrtris pemeran wanita layar lebar pada tahun 1975-an hingga akhir 1980-an. Judul-judul film yang pernah dibintanginya antara lain Cinta (1975), Sesuatu Yang Indah (1976), Sentuhan Cinta (1976), Kenangan Desember (1976), Layu Sebelum Bekembang (1977), Istriku Sayang Istriku Malang (1977), Sejuta Duka Ibu (1977), Jangan Menangis Mama (1977), Terminal Cinta (1977), Marina (1977), Wanita Segala Zaman (1979), Kemana Hati Kan Ku Bawa (1979), Anna Maria (1979), Sirkuit Kemelut (1980), dan Nila Di Gaun Putih (1981), Akibat Kanker Payudara (1987).

Pada debut perdananya di film Cinta (1975) arahan sutradara Wim Umboh, Marini merebut penghargaan Twin Lion Award di Pusan, Korea Selatan. Sementara tahun 2008, ia memperoleh penghargaan Bintang Seniman dari Presiden Persatuan Seniman Malaysia, di Kuala Lumpur. Selain itu, Marini juga pernah terpilih sebagai The Best Actress (Pemeran Wanita Terbaik) pada Festival Fim Asia (FFA Awards) di Seoul, Korea.

Setelah sempat vakum bertahun-tahun, Marini kembali ke layar kaca lewat dunia sinetron sebagai pemeran sinetron bertemakan religi. Sinetron yang pernah dibintanginya di antaranya berjudul Dia Anakku, Cinta Melody, Keburu Jodoh, dan Maha Pengasih. Pada tahun 2007, Marini melakoni debut comebacknya ke layar lebar melalui film Ayat-ayat Cinta arahan sutradara Hanung Bramantyo. Fantastis, film ini meraih rekor jumlah penonton lebih dari 3,9 juta. Dua tahun berselang, tepatnya di tahun 2010, ibu dari penyanyi wanita Shelomita Sulistiany ini kembali berakting dalam film Satu Jam Saja yang merupakan film terakhirnya.

Setelah menikah dengan Burhan Abdullah, Marini Burhan Abdullah lebih banyak menyalurkan kegiatannya di bidang pendidikan dan sosial. Ia mendirikan sekolah Taman Kanak-kanak, TPA dan Panti Asuhan bagi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu. Bersama beberapa artis pemeran dan penyanyi senior seperti Nenny Triana, Diah Iskandar, Jelly Tobing, Eddy Susilo, Neneng Salmiah SH, Dodot SH, Dian Pisesha, Merry dan masih banyak lagi, Marini membentuk organisasi Solidaritas Artis Indonesia (STARINA). Organisasi ini merupakan wadah kerja sama untuk kegiatan sosial bagi artis pemeran dan penyanyi Indonesia yang telah memasuki usia lanjut.

Pada tahun 2004, ibu dari aktor pemeran film dan sinetron sekaligus vokalis band Channel ini ikut aktif di bidang politik sebagai fungsionaris dan Caleg Partai Patriot Pancasila (sekarang Partai Patriot). Selain aktif sebagai Srikandi Pemuda Pancasila, bersama beberapa teman-teman, Marini juga mendirikan Japto Soerjosoemarno Center (JSC), sebagai lembaga kajian Kebangkitan Semangat Kebangsaan dalam mempertahankan UUD 1945, Pancasila dan NKRI. Salah satu adik kandungnya, Japto Soerjosoemarno pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila dan juga Ketua Umum Partai Patriot.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.