BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Salah satu peninggalan masa penjajahan Jepang adalah gua. Salah satu Gua Jepang berlokasi di desa Tlekung Kota Batu. Sebenarnya selain Tlekung, ada dua gua Jepang lain yang berada di Batu. Tepatnya di Cangar dan Coban Talun.

Keberadaan dua gua Jepang di Batu menurut warga sekitar digunakan oleh penjajah untuk sembunyi. Ceritnya, Jepang di tahun 1945 kalah perang melawan tentara sekutu. Kekalahan itu ditandai dengan jatuhnya bom atom di Heroshima dan Nagasaki. Kekalahan itu membuat tentara Jepang yang sudah kadung tersebar di seluruh Asia kalang kabut. Salah satu jalan untuk menyembunyikan diri adalah membuat gua-gua yang tidak terjangkau dari penduduk sekitar.

Jika anda bukan penggemar sepeda gunung atau trail. Cukup sulit untuk menjangkau gua, karena jalan untuk menuju kesana menanjak naik dan berbatu.

Dalam masa penjajahan, adanya gua tersebut digunakan sebagai tempat pertahanan tentara belanda. Keberadaannya ada karena dibuat oleh pekerja Romusha yang didatangkan dari Bondowoso, Lumajang, Mojokerto yang berjumlah ribuan orang. Memang gaya jepang dalam menjajah sedikit berbeda dengan Belanda yang menggunakan gedung sebagai tempat untuk berteduh.

2015_12_Gua-Jepang-Tlekung-Batu_1
Gua tersebut banyak didatangi rider sepeda

Dikutip dari wisatamalang. Ketika perang Gua ini dijaga oleh para tentara Jepang kenil, tentara kenil sendiri adalah tentara yang berasal dari rakyat Indonesia sendiri yang membela Jepang.

Dulu ketika Jepang akan meletakkan dan menyimpan bahan makanan mereka di gua ini, mereka akan menyalakan sirine agar semua penduduk di sekitar kawasan itu masuk ke dalam rumah dan bersembunyi tanpa menyalakan apapun seperti lampu atau api, dan penduduk memang selalu masuk kerumah setiap kali Jepang menyalakannya sirenenya,  karena isu kebohongan yang tersebar di penduduk mengatakan bahwa jika sirine berbunyi merupakan pertanda bahwa pasukan Belanda akan datang dan siap membunuh siapa saja berada di luar rumah.

Di dalam Gua Jepang Tlekung ini, ada tujuh buah jalur yang jika kesana anda membutuhkan seorang pemandu untuk mengelilinginya jika tidak ingin tersesat. Jalur-jalur itu dulunya digunakan untuk menyimpan makanan dan juga pakaian.

Saat kalah perang, Gua tersebut digunakan sebagai bungker pertahanan dan juga area untuk bertahan hidup dari kejaran tentara Indonesia selain juga tentara sekutu, tetapi kekalahan telak di tahun 45 membuat sebagian besar tentara Jepang yang masih hidup akhirnya dipulangkan kembali ke negaranya.

Dalam sisi sejarah bangsa Indonesia, hadirnya gua Jepang sebenarnya bukan hanya ada di Malang. Karena ada di Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara hingga sulawesi. Sayang, kalau bicara soal kondisi, gua Jepang di Batu ini tergolong yang paling mengenaskan. Dari ketiganya mungkin yang ada di Tlekung masih kerap difungsikan, utamanya bagi penggemar sepeda gunung yang kerap mamakainya untuk beristirahat sejenak dari hujan atau sekedar berteduh.

Sumber Foto: KOSKAS MALANG – ride & share

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.