BERBAGI
Thomas Stamford Raffles menemukan berbagai artefak di reruntuhan Candi Singosari, yang salah satunya Arca Dwarapala (C) KANJURUHAN FC
Thomas Stamford Raffles menemukan berbagai artefak di reruntuhan Candi Singosari, yang salah satunya Arca Dwarapala (C) KANJURUHAN FC
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Dalam buku “The History of Java” yang ditulisnya, Sir Thomas Stamford Raffles mengungkapkan dirinya pernah berkunjung ke Malang pada tahun 1915, tepatnya empat tahun setelah diangkat sebagai Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811, ketika Kerajaan Inggris mengambil alih jajahan-jajahan Kerajaan Belanda. Selain menemukan Candi Singosari (Singhasari), perjalanannya ke Malang tersebut menghasilkan penemuan artefak lainnya.

Artefak merupakan benda-benda arkeologi atau peninggalan bersejarah dari masa lampau. Ada berbagai macam benda yang ditemukan Raffles dan timnya dalam perjalanan ke bagian selatan Jawa Timur tersebut. Dari lokasi penemuan Candi Singosari, mereka melanjutkan perjalanan singkat ke dalam sebuah hutan.

Tak jauh dari pintu masuk hutan, mereka menemukan beberapa patung tokoh mitologi Hindu yang masih dalam kondisi sangat baik. Rupanya, patung tersebut dibuat dengan sangat teliti lebih dari apa pun yang pernah mereka jumpai sebelumnya di Pulau Jawa. Di bagian tengah, terdapat Nandi si lembu kendaraan Dewa Siwa. Patung yang disebut Raffles sebagai sosok banteng dalam catatannya tersebut dalam keadaan yang masih cukup baik, kecuali tanduknya. Raffles menduga patung yang memiliki panjang lebih dari 5,5 kaki ini dibuat dengan keahlian tinggi dan dengan proporsi yang sempurna.

Tak jauh dari patung lembu Nandi itu, tepatnya dekat dengan sebuah pohon, terdapat sebuah patung Brahma yang disbut Raffles sangat indah. Ketiga kepala patung masih dalam kondisi sempurna, sedangkan satu kepala Brahma tampak kehilangan hidungnya. Patung ini mempunyai ornamen sangat banyak dan mengenakan pakaian yang lebih meriah dari biasanya.

Sekitar 100 yard dari lokasi penemuan patung Brahma, rombongan Raffles menemukan sebuah patung Ganesa yang ukurannya sangat luar biasa besar. Sama dengan patung Nandi, Raffles pun menilai patung berwujud gajah yang ditemukan dalam kondisi bagus ini dibuat dengan sangat teliti. Lapik atau alas tempatnya berada dikelilingi oleh tengkorak manusia. Tampaknya selain sebagai anting-anting, tengkorak-tengkorak manusia itu juga digunakan untuk menghias semua bagian yang bisa mereka hias. Kepala dan belalai patung gajah ini sangat mirip dengan kepala dan belalai gajah asli. Patung itu berada di atas sebuah panggung yang terbuat dari batu. Dari fakta bahwa banyak batu yang berserakan di sekitarnya, diduga patung ini sempat ditempatkan di dalam sebuah ceruk atau candi.

Saat masuk lebih jauh ke dalam hutan, rombongan Raffles menemukan sebuah patung raksasa lainnya yang memiliki ciri-ciri mirip dengan patung penjaga yang ada di Brambanan (sebutan Raffles untuk Candi Singosari). Patung ini jatuh telungkup pada pintu masuk teras batu yang ditinggikan. Namun, tanah di sekitar kepala patung telah digali, sehingga rombongan bisa memeriksa wajah dan bagian depan patung ini dengan lebih jelas. Patung tersebut memiliki panjang 12 kaki dan lebar bahu 9,5 kaki dengan dasar sepanjang sembilan dan lima kaki, serta dipahat dari satu batu utuh besar. Patung ini dibuat seolah-olah sedang duduk bersimpuh, dengan kedua telapak tangan memegang lututnya. Patung ini tidak memiliki gada meskipun kemungkinan gada itu dicuri tetap ada. Mimik mukanya sangat jelas dengan hidung yang mancung. Namun, bagian wajah ini, termasuk mulut dan dagunya, diduga telah dirusak tangan jahil.

Di sekitar patung ini terdapat teras tinggi, sehingga patung raksasa tersebut diduga jatuh dari teras yang saat ditemukan sudah berupa reruntuhan tersebut. Tingginya sekitar 18 kaki dan terbuat dari batu, di mana lempeng batuan besar berukuran panjang lima kaki dengan lebar empat kaki, serta tebal tiga kaki menyusun bagian atas teras ini.

Tidak lama kemudian, Raffles dan rombongannya menemukan patung kedua dengan ukuran sama tidak jauh dari lokasi penemuan patung pertama. Mereka kemudian menyimpulkan kedua artefak tersebut merupakan patung-patung penjaga pintu masuk Candi Singosari, atau yang disebut Arca Dwarapala.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.