BERBAGI
Hj Jajuk, istri Rendra Kresna dalam momen open house di kediamannya (C) MALANGTIMES
Hj Jajuk, istri Rendra Kresna dalam momen open house di kediamannya (C) MALANGTIMES
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Bupati Malang, H Rendra Kresna menggelar acara open house di kediaman pribadinya. Momen tersebut dimanfaatkannya untuk bagi-bagi amplop Lebaran kepada siapa saja yang bertamu.

Open house semacam itu memang selalu dilakukan Renda dan keluarga sejak menjabat pada 2010 silam setiap momen 1 syawal. Hal tersebut dilakukannya usai menjalankan ibadah salat ied di Masjid Baiturahman Kepanjen. Selepas salat, Rendra langsung meluncur ke rumah pribadinya di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Momen ‘libur kerja’ itu dimanfaatkan Rendra untuk menyapa dan bersilaturahmi dengan rakyat kabupaten, sekaligus tetangga di sekitar kediamannya. Rendra cuma punya kesempatan satu hari sebelum kembali ke rumah dinasnya. Ribuan masyarakat berbondong-bondong datang ke kediamannya hanya untuk bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang ini. Mereka bahkan tak hanya datang dari desa setempat, melainkan dari luar desa.

Sang istri, Hj Jajuk Sulistyowati pun turut menemani dalam acara open house tersebut. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang itu mengungkapkan setiap open house keluarganya selalu menyiapkan minimal 1.000 mangkuk soto sebagai hidangan untuk mereka yang hadir.

“Dan selalu habis tanpa sisa. Yang sering malah nambah. Artinya, jumlahnya lebih dari 1.000 tamu,” kata Jajuk seperti dilansir MalangTIMES.

Menurutnya, open house ini menjadi kewajiban bagi keluarganya, karena hikmah silaturahmi yang diyakininya bakal membuat usia semakin panjang dan berkah. Selain itu, momen 1 Syawal menurut Jajuk merupakan salah satu ajang untuk saling berbagi kasih sayang, sekaligus menyapa, bersalaman dan saling mendoakan warganya.

Setiap momen open house, Rendra tak hanya menyiapkan hidangan untuk warga. Pihak keluarga juga tak ketinggalan menyiapkan ribuan amplop yang sudah diisi uang pecahan 20.000 hingga 50.000 rupiah sebagai pelengkap.

“Kan ada tradisi ngasih galak-gampil (uang). Bukan besar kecilnya, tapi kasih sayangnya. Jumlahnya tidak pasti. Pokok setiap siapa saja yang ke sini setelah salaman sama bapak (Bupati Malang Rendra Kresna), dan keluarga lalu makan dan pulang pasti kami beri,” pungkasnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.